Bima Arya : Buat Apa Kota Hebat tetapi Rumah Tangga Warganya Bagai Neraka Dunia

Program besutan Yane Ardian ini sebagai upaya pembangunan ketahanan dan kesejahteraan keluarga di Kota Bogor.

Bima Arya : Buat Apa Kota Hebat tetapi Rumah Tangga Warganya Bagai Neraka Dunia
Tim Humas Bima-Dedie
Calon Wali Kota Bogor Bima Arya 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR - Tingkat angka perceraian di Kota Bogor kian mengkhawatirkan, bahkan bisa dikatakan cukup tinggi.

Tercatat hingga kini ada sebanyak 941 kasus perceraian yang telah di putus oleh Pengadilan Agama Bogor Kelas I A di sepanjang tahun 2017.

Menyikapi persoalan ini, pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor nomor urut 3, Bima Arya - Dedie A Rachim menyiapkan satu program untuk menekan tingginya angka perceraian yaitu Sekolah Ibu.

Program besutan Yane Ardian ini sebagai upaya pembangunan ketahanan dan kesejahteraan keluarga di Kota Bogor.

Program ini sinergi dengan visi Bima-Dedie untuk mewujudkan Kota Bogor Sebagai kota yang ramah bagi keluarga sehingga dapat mewujudkan kota yang sehat, mewujudkan kota yang cerdas, dan mewujudkan kota yang sejahtera.

Hal itu disampaikan Bima - Dedie dalam acara Ngawangkong bersama warga Kampung Pabuaran Poncol, RW 5, Kelurahan Kedung Waringin, Taman Cimanggu, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor pada Minggu (27/5/2018) malam tadi.

Dihadiri oleh mayoritas puluhan Ibu Rumah Tangga (IRT), Bima sampaikan mirisnya angka kasus perceraian di kota berjuluk sejuta taman ini, menurut dia, angka tersebut dapat ditekan dengan program Sekolah Ibu.

"Di KUA tingkat perceraian di Kota Bogor itu tinggi sekali, ada apa dengan Kota Bogor ini? Kenapa tinggi? Apa yang menyebabkan perceraian bisa tinggi, apa karena ekonomi atau apa gitu?  Lantas buat apa kalau sebuah kota itu hebat tetapi rumah tangganya bagai neraka di dunia, rumah tangganya gonjang-ganing, chaos, bahkan awet rajet, sebagai pemimpin, tidak hanya membangun fisik tetapi juga non fisik, makanya kami gagas program sekolah ibu sebagai upaya pembangunan ketahanan dan kesejahteraan keluarga di Kota Bogor," papar Bima dihadapan warga saat Ngawangkong.

Program Sekolah Ibu, lanjut Bima, merupakan sebuah program satu-satunya yang tidak ada di Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved