Breaking News:

Hobi Makan Tutut, Ini Cara Mengolah Tutut Yang Baik Agar Tak Keracunan

Meski tutut memiliki protein yang tinggi, namun jika salah mengolahnya bisa menjadi makanan yang membahayakan.

TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana Aditama
Tutut Wa Nonov bisa dipesan via online. (Ilustrasi) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR - Saat bulan puasa, makanan olahan tutut menjadi satu makanan pilihan saat berbuka puasa.

Meski tutut memiliki protein yang tinggi, namun jika salah mengolahnya bisa menjadi makanan yang membahayakan.

Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian (Distan) Kota Bogor Dr Wina mengayakan bahwa tutut berdasarkan Undang -undang no 45 tahun 2009 tentang Perikanan digolongkan ke dalam jenis ikan.

Kandungan proteinnya yg cukup tinggi.

"Proteinnya sekitar 12 persen dalam 100 gram menyebabkan tutut dapat digunakan sebagai sumber protein alternatif," ujarnya.

Namun saat akan mengolah tutut ada hal yang harus diperhatikan.

Berikut cara memilih dan mengolah tutut yang dibagikan oleh Dr Wina.

1. Pastikkan sumber tutut dari perairan dangkal yang tidak terkontaminasi logam berat atau penggunaan pestisida berlebih.

2. Setelah tutut diambil harus segera diolah paling lambat 2-3 jam

3. Sebelum dimasak tutut harus direndam air garam terlebih dahulu agar cacing, telur cacing dan kotoran yang menempel bisa lepas

4. Dicuci di bawah air mengalir hingga bersih

5. Sebelum diolah tutut direbus dahulu dan pastikkan tutut dalam keadaan matang sempurna

6. Dalam pengolahan tidak boleh menambahkan baham pengawet berbahaya seperti formalin.

7. Apabila tutut sudah berubah bau menjadi berbau busuk dan berlendir jangan dimakan karena khawatir sudah terjadi proses pembusukkan oleh bakteri

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved