Breaking News:

Sidang Bom Thamrin

Jaksa Ucapkan Terima Kasih pada Aman Abdurrahman Telah Akui Mengafirkan Penguasa

Aman juga mengakui ajaran, pemahaman, dan pemikirannya tentang kafir demokrasi atau syirik akbar yang dapat membatalkan keislaman.

(KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)
Terdakwa kasus teror bom Thamrin Aman Abdurrahman menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018). Ia dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU) karena dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab saat aksi teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, awal 2016. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Jaksa penuntut umum (JPU) berterima kasih kepada terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman.

Alasanya, Aman mengakui dan membenarkan uraian buku seri materi tauhid yang berisi Aman mengkafirkan penguasa dan penegak hukum di Indonesia karena melaksanakan hukum selain hukum Allah.

Aman juga mengakui ajaran, pemahaman, dan pemikirannya tentang kafir demokrasi atau syirik akbar yang dapat membatalkan keislaman.

"Kami tim jaksa penuntut umum mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas pengakuan terdakwa (Aman)," kata Jaksa Anita Dewayani saat membacakan replik atau tanggapan atas pembelaan Aman dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/5/2018).

Pengakuan Aman menguatkan pembuktian jaksa penuntut umum sesuai alat bukti yang diatur dalam Pasal 184 KUHAP dan Pasal 27 Perppu Nomor 1 Tahun 2002.

Baca: Aman Abdurrahman Kecam Aksi Bom Bunuh Diri Surabaya, Ingin Memperkecil Hukuman atau Itu Cuci Dosa?

"Pengakuan tersebut memang harus diberikan oleh terdakwa dan tidak terbantahkan lagi," kata Anita.

Dalam repliknya, jaksa meminta majelis hakim menolak semua nota pembelaan atau pleidoi Aman dan tim kuasa hukumnya yang disampaikan pada sidang Jumat pekan lalu.

Jaksa tetap meyakini bahwa Aman bersalah dan melakukan tindak pidana terorisme. Jaksa juga meminta hakim memvonis Aman sesuai tuntutan mereka.

"Kami memohon kepada majelis hakim untuk menjatuhkan pidana kepada terdakwa Aman Abdurrahman dengan pidana mati dengan perintah terdakwa tetap berada di dalam tahanan," ucap Anita.

Dalam pembelaannya, Aman membantah telah menggerakkan orang lain melakukan berbagai aksi terorisme di Indonesia seperti yang didakwakan jaksa.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jaksa Berterima Kasih Aman Abdurrahman Akui Mengafirkan Penguasa"

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved