Breaking News:

Sidang First Travel

Strategi First Travel Ketika Tahu Biaya Rp 14 juta Tak Cukup untuk Umroh

ketiga bos First Travel mengetahui bahwa biaya paket umrah promo sebesar Rp 14,3 juta yang ditawarkan tidak cukup.

Editor: Ardhi Sanjaya
Kompas.com
Tiga bos First Travel, Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Siti Nuraidah Hasibuan di PN Depok, Rabu (7/3/1018).(KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Majelis hakim di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat menjatuhkan vonis penjara 20 tahun kepada Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel Andika Surachman dan vonis 18 tahun penjara kepada istri Andika, Anniesa Hasibuan.

Selain hukuman penjara, Andika dan Anniesa juga diwajibkan membayar denda Rp 10 miliar.

Adapun, Direktur Keuangan sekaligus Komisaris First Travel Siti Nuraida Hasibuan alias Kiki divonis penjara 15 tahun dan denda Rp 5 miliar.

Ketiganya didakwa dengan pasal terkait tindak pidana pencucian uang.

Sebanyak lebih dari 63.000 orang calon jemaah tidak diberangkatkan umrah ke Tanah Suci dengan kerugian mencapai Rp 905,33 miliar.

Dalam pembacaan vonis, Hakim Ketua Sobandi menyatakan, ketiga bos First Travel mengetahui bahwa biaya paket umrah promo sebesar Rp 14,3 juta yang ditawarkan tidak cukup.

Untuk itu, First Travel memberlakukan sejumlah strategi agar tetap banyak calon jemaah yang tertarik dengan promo umrah yang ditawarkan.

"Sejak tahun 2015 membuka cabang First Travel di Medan, Kuningan (Jakarta Selatan), Jalan TB Simatupang (Jakarta Selatan), Bandung, dan Bali. Tugasnya memasarkan paket umrah dan menerima pendaftaran calon jemaah," kata Sobandi dalam persidangan di PN Depok, Rabu (30/5/2018).

Tidak hanya itu, First Travel juga membentuk jaringan pemasaran di seluruh Indonesia dengan cara membentuk agen kemitraan.

Majelis hakim menyebut, ada sekitar 835 agen kemitraan yang berstatus aktif.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved