Ramadan 2018

Nuzulul Quran, Inilah 2 Cara Nabi Muhammad SAW Peringati Diturunkannya Al Quran

Puasa Ramadhan telah memasuki hari ke-17, Jumat (1/6/2018). Hal ini berarti sekaligus peringatan Nuzulul Quran.

Editor: khairunnisa
Istimewa
Warga perumahan Bumi Citra Asri (BCA), Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor menggelar khataman Al Quran dan buka puasa bersama, Sabtu (26/5/2018) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Puasa Ramadhan telah memasuki hari ke-17, Jumat (1/6/2018).

Hal ini berarti sekaligus peringatan Nuzulul Quran.

Nuzulul Qur'an yang secara harfiah berarti turunnya Al Qur'an (kitab suci agama Islam) seperti dilansir wikipedia.com.

Saat peritiwa ini, Allah menurunkan Al Qur’an secara utuh dari Lauhul Mahfuzh di langit ketujuh, ke Baitul Izzah di langit dunia.

Setiap tahun, Nuzulul Quran diperingati dengan melakukan pengajian dan membaca Al Quran.

Tapi tahukah kamu bagaimana Nabi Muhammad SAW memperingati Nuzulul Qur'an.

Baca: Dikenal Sebagai Simbol Pancasila, Burung Garuda Ternyata Bukan Cuma Mitos, Ini Fakta Sebenarnya

Caranya sudah jarang dilakukan umat Muslim.

Nabi Muhammad SAW dengan khusyuk membaca Al Quran.

Melansir TRIBUN-TIMUR.COM, berikut 2 cara Nabi Muhammad SAW peringati Malam Nuzulul Quran:

1. Membaca Al Quran

Nabi Muhammad SAW membaca Al Quran bersama dengan Malaikat Jibril alaihissalam di luar shalat.

كَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ . رواه البخاري

“Dahulu Malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada setiap malam Ramadhan, dan selanjutnya ia membaca Al Qur’an bersamanya.” (Riwayat Al Bukhari)

2. Baca 5 Juz Al Quran Saat Salat

Tak cukup hanya membaca Al Quran di luar salat.

Nabi Muhammad SAW membaca 5 juz atau lebih Al Quran dalam satu rakaat salat.

Pada suatu malam di bulan Ramadhan, aku shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam bilik yang terbuat dari pelepah kurma. Beliau memulai shalatnya dengan membaca takbir, selanjutnya beliau membaca doa:

الله أكبر ذُو الجَبَرُوت وَالْمَلَكُوتِ ، وَذُو الكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ

"Selanjutnya beliau mulai membaca surat Al Baqarah, sayapun mengira bahwa beliau akan berhenti pada ayat ke-100, ternyata beliau terus membaca. Sayapun kembali mengira: beliau akan berhenti pada ayat ke-200, ternyata beliau terus membaca hingga akhir Al Baqarah, dan terus menyambungnya dengan surat Ali Imran hingga akhir. Kemudian beliau menyambungnya lagi dengan surat An Nisa’ hingga akhir surat. Setiap kali beliau melewati ayat yang mengandung hal-hal yang menakutkan, beliau berhenti sejenak untuk berdoa memohon perlindungan. …. Sejak usai dari shalat Isya’ pada awal malam hingga akhir malam, di saat Bilal memberi tahu beliau bahwa waktu shalat subuh telah tiba beliau hanya shalat empat rakaat.” (Riwayat Ahmad, dan Al Hakim)

Baca: Huni Rutan Pondok Bambu, Sang Kakak Ungkap Kondisi Memprihatinkan Dhawiya : Bajunya Sampai Basah

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved