12 Tahun Jadi Pengrajin Miniatur Kaleng Kerupuk Hias, Agus Kebanjiran Orderan Saat Ramadan

bahan dasar yang digunakan untuk membuat kaleng kerupuk tersebut diantaranya adalah jaleng, alumunium, stainles, dan kuningan.

TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
miniatur kaleng kerupuk hias 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - 12 tahun jadi pengrajin miniatur kaleng kerupuk hias, Agus Hariantono (53) mengaku selalu kebanjiran orderan saat memasuki bulan ramadan.

Pengrajin kaleng kerupuk di Cibinong, Kabupaten Bogor ini berujar bahwa dalam dua minggu, dirinya bisa menghasilkan sebanyak 10 ribu kaleng kerupuk.

Berbeda dari hari biasanya yang hanya memproduksi 500 sampai seribu kaleng kerupuk.

Agus mengatakan bahwa kaleng kerupuk yang diproduksinya berbeda dengan kaleng kerupuk biasamya.

Selain lebih bervariasi dalam hal pewarnaan, kaleng kerupuk yang diproduksinya pun memiliki berbagai macam ukuran mulai dari 5 x 7 sentimer hingga 15 x 19 sentimeter.

"Untuk harga satuannya sendiri mulai dari Rp 10 sampai Rp 400 ribu, kebanyakan yang pesen itu ukuran 7 x 10 sentineter dan 20 x 25 sentimeter," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com.

Ia pun menuturkan biasanya para pelanggannya tidak membeli kaleng kerupuk dalam jumlah satuan, melainkan dalam jumlah banyak.

"Minimal satu kodi (20 buah), ada yang pesen untuk souvenir pernikahan, untuk kemasan produk makanan, dan juga untuk di rumah-rumah makan, untuk omzet bersih perbulan mencapai Rp 100 juta," urainya.

Agus Hariantono, pengrajin miniatur kerupuk kaleng hias
Agus Hariantono, pengrajin miniatur kerupuk kaleng hias (TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika)

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa bahan dasar yang digunakan untuk membuat kaleng kerupuk tersebut diantaranya adalah jaleng, alumunium, stainles, dan kuningan.

"Perhari kalau hari biasa produksi 400 kaleng, untuk lebaran perhari bisa mencapai 700. Kalau dibandingkan tahun ini dengan tahun lalu meningkat 20 persen," tuturnya.

Pelanggan kaleng kerupuk produksi Ayah dua anak ini pun rupanya tidak hanya berasal dari Indonesia, namun juga hinggs ke luar negeri.

"Iya ada aja yang pesan dari Australia, Singapura, Malaysia, pesannya tidak satuan, dan memang tidak melayani pembelian satuan," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved