Kisah Heldy Istri dan Cinta Terakhir Soekarno, Diincar Sejak Jadi Anggota Bhinneka Tunggal Ika

Suatu hari di tahun 1964, Heldy berdiri berjajar di tangga Istana Merdeka bersama anggota barisan Bhinneka Tunggal Ika.

istimewa
Heldy Djafar 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Permpuan satu ini terlahir dengan nama Heldy Djafar.

Ia lahir sebagai bungsu dari sembilan besaudara anak-anak pasangan H. Djafar yang seorang pemborong terpandang di Tenggarong dan Hj. Hamiah, pada 10 Agustus 1947.

Sebagai anak bungsu, tentu ia banyak mendapat perhatian lebih dari kakak-kakanya dan juga kedua orang tuanya.

Ketika mengandung Heldy, Hj. Hamiah sempat melihat bulan purnama bulat utuh.

Lalu teman ayahnya, seorang pria Tionghoa, mengatakan, “Nanti kalau bayimu lahir, harus dijaga ya, sampai dia beranjak dewasa.”

Baca: Tak Hanya Makanan, 3 Jenis Minuman Ini Ampuh Kurangi Mual Saat Hamil Muda, Selamat Mencoba !

Saat Heldy duduk di bangku SMP, seorang tante (dalam bahasa Kalimantan adalah “mbok”), Mbok Nong, yang dianggap pandai meramal, mengatakan kepada Ibu Heldy,

“Wah, anakmu ini kelak jika dewasa akan mendapatkan orang besar. Jadi tolong dijaga baik-baik ya.”

Si bungsu yang cantik dan berkulit putih itu selalu dilindungi dan dimanjakan.

Tamat sekolah dasar (waktu itu disebut Sekolah Rakyat), Heldy melanjutkan ke SMP Gunung Pedidi di Jln. Rondong, Demang, Tenggarong.

Baca: Anang Hermansyah Dukung Via Vallen Bawa Pelecehan yang Dialami ke Ranah Hukum

Menjelang naik ke kelas 3, terjadi proses nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda. Ayah Heldy yang bekerja di perusahaan Belanda Oost Borneo Maatschapij (OBM) pun berhenti.

Setelah lulus SMP, Heldy yang sudah tumbuh menjadi remaja putri 16 tahun dan berperawakan mungil itu pun pergi mengikuti jejak kakak-kakaknya ke Jakarta untuk menuntut ilmu.

Cita-citanya menjadi desainer interior.

Dari Samarinda naik kapal menyusuri sungai menuju Balikpapan, lalu dari Pelabuhan Semayang, Balikpapan, naik kapal laut Naira yang besar.

Heldy ditemani Milot dan Izhar, iparnya, serta bayi satu bulan anak terkecil Milot, Achmad Rizali Noor.

Berlayar sepanjang malam menuju Surabaya, dan dari sana disambung naik kereta api sehari semalam ke Jakarta.

Baca: Hore ! Jalan Tol Bocimi Seksi 1 Dibuka Selama Masa Mudik Mulai 9 Juni 2018

Halaman
1234
Sumber: Intisari
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved