Breaking News:

Amien Rais Nyapres, Yusril : Kami Tidak Ingin Permainkan Orang untuk Agenda Tersembunyi

Malah di tahun 2018 ini Yusril mengatakan tidak ingin ikut-ikutan pada manuver Amien Rais.

Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Ardhi Sanjaya
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Yusril Ihza Mahendra menyampaikan pandangannya tentang tata kelola DKI Jakarta saat berkunjung ke kantor Tribun Network di Palmerah, Jakarta, Jumat (11/3/2016). 

Karena itu pula, ucapan pemimpin itu harus lahir dari hari yang tulus, bukan kata bersayap, yang seolah diucapkan dengan kejujuran, tetapi dibelakangnya mempunyai agenda pribadi yang tersembunyi

Karena ucapan pemimpin adalah sabdo pandito ratu, maka ucapannya tidak boleh “mencla mencle, pagi ngomong dele, sore ngomong tempe” artinya ucapannya berubah-ubah, inkonsisten, sehingga membingungkan rakyat dan pendukungnya.

Karena ucapan pemimpin adalah sabdo pandito ratu, maka pemimpin itu tidak boleh “plintat plintut” alias “munafiqun”, dalam makna, lain yang diucapkan, lain pula yang dikerjakan.

Pemimpin seperti ini akan kehilangan kredibilitas di mata rakyat dan pendukungnya."

Yusril masih berpedoman pada pepatah Jawa sabdo pandito ratu, ia mengaku sejak awal sudah tak tertarik dengan inisiatif dari Amien Rais.

"Berpedoman kepada pepatah Jawa “sabdo pandito ratu” itu, maka sejak awal saya tidak berminat ataupun tertarik dengan inisiatif Pak Amien Rais yang melakukan lobby sana-sini, untuk untuk memilih siapa yang akan maju dalam Pilpres 2019 hadapi petahana

Pengalaman, adalah guru yang paling bijak.

Tahun 1999 dalam pertemuan di rumah Dr Fuad Bawazier, Pak Amien meyakinkan kami semua untuk mencalonkan Gus Dur.
Saya dan MS Kaban menolak.

Kami tidak ingin mempermainkan orang utk suatu agenda tersembunyi."

Malah di tahun 2018 ini Yusril mengatakan tidak ingin ikut-ikutan pada manuver Amien Rais.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved