Pembagian Zakat Mal Nyaris Ricuh di Mojokerto, Balita Sampai Terjepit

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun turut antre untuk memperoleh uang dan sembako tersebut.

Pembagian Zakat Mal Nyaris Ricuh di Mojokerto, Balita Sampai Terjepit
surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Seorang balita di gendongan ayahnya terjebak dalam kerumunan warga saat antre zakat mal di Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabuapten Mojokerto. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ratusan warga Mojokerto mendatangi halaman rumah H Totok, pengusaha properti dan meubel di desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Senin (11/6/2018) sore. 

Mereka datang untuk menerima pembagian zakat mal berupa beras dan uang tunai Rp 30 ribu. 

Saking antusiasnya, warga rela berdesak-desakan. Akibatnya nyaris terjadi kericuhan dan salin dorong. Bahkan,  seorang warga yang membawa anaknya sempat terjepit di antara kerumunan warga.

Balita laki-laki berusia sekitar lebih dari satu tahun itu digendong ayahnya terkena sikutan tangan warga yang berada di sampingnya.

Baca: Kisah Asmara Nenek 78 Tahun yang Tengah Mengandung, Pernah Digrebek Waktu Pacaran

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun turut antre untuk memperoleh uang dan sembako tersebut.

Polisi dan anggota TNI yang berada di lokasi pembagian zakat mal berupaya menertibkan warga agar tidak sampai terjadi kericuhan. Mereka mengimbau warga supaya tertib sesuai antrean.

Antre Berjam-jam

Mistianingsih warga setempat rela antre berjam-jam untuk mendapatkan zakat mal berupa uang tunai.

Ketika mengantre dia bersama anaknya sempat terjepit diantara kerumunan warga. Meski berdesak-desakan dia mengaku senang, apalagi ditengah harga kebutuhan pokok yang semakin mahal.

"Dulu ya ikut mengantre di tempat ini lumayan dapat uang untuk beli beras dan gula untuk kebutuhan lebaran," ujarnya.

Baca: Buka-bukaan, Reza Rahardian Soal Keyakinannya Selama Ini

H. Totok menjelaskan, penerima zakat mal tadinya berjumlah 400 orang yang tercatat. Namun ada sebanyak lebih 800 orang yang tidak terdaftar. Pembagian zakat mal ini merupakan tradisi setiap tahun menjelang lebaran untuk meringankan beban kaum dhuafa.

"Kegiatan ini setiap tahun, untuk yang terdaftar ada beras dan uang," katanya. 

(Surya.co.id/ Mohammad Romadoni)

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved