Pengamat Politik : yang Jelas Amien Rais Pernah Jadi Capres dan Gagal

mengingat elektabilitas Amien Rais yang belum mencukupi menandingi sosok lain, semisal Prabowo Subianto atau Joko Widodo.

Pengamat Politik : yang Jelas Amien Rais Pernah Jadi Capres dan Gagal
Kompas.com
Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais menggelar jumpa pers terkait uang Rp 600 juta yang disebut jaksa KPK berasal dari aliran dana kasus korupsi pengadaan alat kesehatan dengan terdakwa mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di kediamannya di Taman Gandaria, Jakarta Selatan, Jumat (2/6/2017). Dalam keterangan persnya, Amien menyebutkan bahwa kejadian pada Januari hingga Agustus 2007 lalu dia mengaku menerima bantuan dana operasional dari Soetrisno Bachir, mantan Ketua Umum DPP PAN. (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pengamat politik Hendri Satrio berpendapat keseriusan Partai Amanat Nasional ( PAN) mencalonkan Amien Rais sebagai calon presiden dalam pemilihan presiden 2019 mendatang bukanlah hal yang mengejutkan.

Namun, pertanyaan yang muncul yakni mengenai apa dasar keseriusan itu, mengingat elektabilitas Amien Rais yang belum mencukupi menandingi sosok lain, semisal Prabowo Subianto atau Joko Widodo.

"Itu memang hak PAN. Tapi apakah itu bisa dipastikan? Apakah Pak Amien ini memiliki elektoral yang bagus dibandingkan dengan bakal calon presiden yang sudah muncul sekarang?" kata Hendri kepada Kompas.com, Senin (11/6/2018).

"Kalau popularitas, Amien Rais masih memilikinya. Tapi kalau elektabilitas apakah bagus? Tidak kan? Yang jelas Amien Rais itu pernah mencoba menjadi calon presiden dan gagal," lanjut dia.

Diketahui Amien memang pernah menjadi calon presiden pada Pemilu 2004 silam.

Ia berpasangan dengan Siswono Yudhohusodo. Pemilu itu dimenangkan Susilo Bambang Yudhoyono.

Hendri juga melihat pernyataan elite PAN mengenai keseriusan partainya mencalonkan Amien Rais dalam Pilpres 2019 tidak membuat elektabilitas Amien meningkat.

Apalagi, sampai mengubah konfigurasi politik nasional saat ini.

Maka, menurut Hendri, pemberitaan soal itu pun dinilai tak lebih hanya memberikan keuntungan bagi PAN saja.

"Isu ini enggak ada imbas apa-apa ke peta politik nasional kalau menurut saya. Justru imbasnya ke PAN positif ya, karena nama PAN jadi perbincangan di masyarakat, di media sosial dan lainnya," ujar Hendri.

Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved