Berbuka Puasa Sejak Pukul 13.00, Jamaah An Nadzir Bakal Lebaran Besok

Hal ini setelah melakukan pengamatan alam di beberapa tempat, salah satunya adalah di wilayah pantai.

Berbuka Puasa Sejak Pukul 13.00, Jamaah An Nadzir Bakal Lebaran Besok
DOK SANOVRA JR/TRIBUN TIMUR
Suasana Jamaah An Nadzir melaksanaan salat Idul fitri di Kampung Mawang, Samata, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (5/7/2015) 

Keempat, terbitnya bulan akhir di ufuk timur bila mencapai 54 menit menuju terbitnya fajar siddik adalah indikator bahwa hari itu merupakan akhir bulan yang akan berpisah di waktu sore atau awal malam.

Kelima, pada tiga malam terakhir, mengamati fisik bulan sabit yang terbit di ufuk timur dengan cara menggunakan kain tipis warna hitam untuk melihat bentuk bulan sabit dengan memperhatikan berapa garis bayangan bulan sabit terlihat, sebagai estimasi gambaran masih berapa malam lagi bulan Ramadan akan terbit.

"Keenam, pengamatan terakhir adalah terjadinya air pasang tertinggi yang terjadi di laut akibat adanya posisi terbentuknya garis astronomi antara matahari, bulan dan bumi yang mendekati sejajar (mendekati garis lurus) sehingga melahirkan efek gravitasi terhadap air laut yang hanya terjadi sebanyak satu kali dalam siklus 29/30 hari perjalanan bulan," detil ustadz Lukman Albakti.

Dari parameter mengamati perjalanan Ramadan tersebut, tambah ustadz Lukman Albakti disimpulkannya bahwa 15 Ramadan 1439 Hijriah terjadi pada hari Senin malam dan Selasa 29 Mei 2018 terjadi purnama 15 Ramadan 1439 Hijriah.

"Maka menghitung 15 hari ke depan sudah diestimasi akan terjadi akhir bulan Ramadan tersebut pada hari Rabu 13 Juni 2018 Selanjutnya terbitnya fajar siddik diketahui pada pukul 05.30 Wita," jelasnya.

Bila dihitung dari terbitnya bulan pada garis horisontal menuju terbitnya fajar siddik, maka untuk hari Rabu dini hari di tanggal 13 Juni 2018 kami estimasi bulan terbit dari titik nol garis horisontal menuju terbitnya fajar siddik hanya menempuh waktu sekitar 27 menit saja atau tidak cukup 54 menit. Sehingga pada Rabu itu akan terjadi perpisahan bulan di siang hari.

Kemudian kata ustadz Lukman Albakti lagi, pengamatan tiga malam terakhir tepatnya di hari Senin 11 Juni 2018 dini hari fisik bulan sabit terbit di timur membentuk garis 3 lapis menandakan bahwa setelah hari Senin tersebut masih ada dua malam lagi bulan akan terbit, yaitu pada hari Selasa dan Rabu.

"Dan pengamatan air pasang berdasarkan laporan dari posko pengamatan air laut kami di Kolaka bahwa sejak hari Sabtu 9 Juni 2018 pada pukul 04.30 dini hari telah mulai terjadi air pasang selama empat jam kemudian surut pada pukul 08.30 Wita,. Selama beberapa hari air pasang ini terjadi yang pertambahan waktunya setiap harinya adalah satu jam. Maka pada hari Ahad air pasang terjadi mulai pukul 05.30 Wita dan surut pada pukul 09.30 Wita dan estimasi air pasang tertinggi akan terjadi pada hari Rabu yang dimulai pada pukul 08.30 Wita yang menempuh waktu empat jam mencapai pasang tertinggi. Sehingga diperkirakan akan surut pada pukul 12.30 Wita. Saat itu lah moment perpisahan bulan terjadi," jelasnya.

Dengan adanya kondisinya tersebut, katanya sehingga mewajibkan bagi orang yang beriman untuk tidak berpuasa pada saat awal Syawal sudah masuk. Oleh karena perpisahan bulan Ramadannya masuk 1 Syawal pada Rabu di siang hari.

"karena 1 Syawalnya masuk pada Rabu siang, sehingga khutbah Idul Fitri 1 Syawal tidak dapat ditunaikan. Makanya kita akan laksanakan salat Ied pada Kamis 14 Juni besok," tambahnya. (*)

(Tribun Timur Wa Ode Nurmin)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved