21 TPS di Magelang Rawan Politik Uang, Ada Broker Berada di TPS

salah satu kriteria TPS rawan adalah ditemukan praktik pemberian uang atau barang untuk tujuan kampanye selama masa pemetaan.

21 TPS di Magelang Rawan Politik Uang, Ada Broker Berada di TPS
Kompas.com
Ilustrasi Pilkada(KOMPAS/PRIYOMBODO) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sebanyak 21 tempat pemungutan suara (TPS) dari 2.629 TPS di Kabupaten Magelang rawan praktik money politics atau politik uang selama perhelatan Pilkada Serentak 27 Juni 2018.

Ketua Panwaslu Kabupaten Magelang, MH Habib Shaleh, mengatakan, ke-21 TPS tersebut berada di enam dari 21 kecamatan di Kabupaten Magelang.

Kerawanan ini diketahui berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan Panwas Kabupaten Magelang.

"Kami melakukan pemetaan hingga ke level TPS antara tanggal 10-22 Juni 2018 di 2.629 TPS. Hasilnya sebanyak 21 TPS masuk kategori rawan politik uang," kata Habib dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Selasa (26/6/2018).

Disebutkan, salah satu kriteria TPS rawan adalah ditemukan praktik pemberian uang atau barang untuk tujuan kampanye selama masa pemetaan.

Baca: Kepergok Jalan Bareng, Inikah Sosok Wanita yang Jadi Kekasih Baru Ariel NOAH?

Selain itu, ada broker atau aktor politik uang yang berada di sekitar TPS.

Habib menyatakan sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah praktik politik uang.

Di antaranya dengan pembentukan Kampung Anti Money Politik, pembentukan 50 Keluarga Anti Money Politics (KAMP) di setiap TPS, pembagian stiker Anti Money Politics ke kelompok-kelompok masyarakat serta sosialisasi bahaya politik uang bekerjasama dengan Polres Magelang.

"Kami akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait upaya pencegahan kerawanan tersebut. Kerawanan ini kami publikasikan sebelum pilkada agar kita bisa bersama-sama mencegah money politics," kata Habib.

Kendati demikian, pihaknya tidak akan membuka alamat ke-21 TPS tersebut karena terkait strategi pencegahan dan penanganan kasus money politics.

Baca: Korban Selamat Sempat Naik Bangkai Kapal KM Sinar Bangun, Kaki Ditarik dan Lihat Air Banyak Darah

Halaman
12
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved