Breaking News:

Masyarakat Diminta Berani Lapor Jika Ada Pelanggaran Pilkada 2018

Ia juga menegaskan komitmen Bawaslu untuk mengawasi penyelenggaraan pemilihan umum dengan melakukan patroli.

Tribunnews.com/ Glery Lazuardi
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI meluncurkan buku Serial Pengawasan Pemilu Partisipatif di Halaman Parkir Gedung Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Jumat (8/6/2018). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Anggota Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) RI, Mochamad Afifudin mengajak masyarakat pemilih di Pilkada 2018 berani melaporkan pelanggaran dalam proses pemilihan umum tersebut, termasuk pemungutan dan penghitungan suara.

Menurutnya, partisipasi masyarakat untuk melaporkan pelanggaran pemilu masih lebih memprihatinkan dibanding partisipasi masyarakat dalam pemilu itu sendiri.

“Yang paling rendah sebenarnya justru partisipasi mengawasi hak pilih, oleh karena itu kami dorong masyarakat berani melaporkan dan memberi informasi awal untuk kami tindaklanjuti,” ungkapnya ketika ditemui di Hotel Merlynn, Jakarta Pusat, Selasa (26/6/2018).

Afifudin mengatakan, pihaknya sudah mendorong hal tersebut melalui sosialisasi di beberapa kelompok masyarakat seperti Pramuka dan Kampus.

Ia juga menegaskan komitmen Bawaslu untuk mengawasi penyelenggaraan pemilihan umum dengan melakukan patroli.

“Pengawas kami sudah melakukan patroli sejak masa tenang, terutama untuk meminimalisir politik uang, tujuan kami untuk memunculkan psikologis ketakutan melakukan pelanggaran,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu, Abhan mengajak masyarakat juga melakukan pengawasan saat penghitungan suara dilakukan.

“Saya rasa penyelenggara Pilkada sudah melakukan sebaik mungkin untuk mewujudkan target partisipasi sebanyak 77,5 persen; dan masyarakat kami harap juga mengawal penghitungan suara hingga berakhir,” pungkasnya.

(Tribunnews.com, Rizal Bomantama)

Editor: Damanhuri
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved