Breaking News:

Warga Kabupaten Bogor Diimbau Tak Pecah Belah karena Beda Memilih Pasangan Calon

Hasan menuturkan di dalam demokrasi, warga harus bisa mengendalikan diri karena jika tidak, bisa menjadi bumerang.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
Kompas.com
Ilustrasi Pilkada(KOMPAS/PRIYOMBODO) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CARINGIN - Danrem 061 Suryakancana, Kolonel Inf Muhammad Hasan mengatakan bahwa warga Bogor harus siap menerima kekalahan dalam pilkada serentak besok.

Ia juga mengatakan bahwa warga harus dewasa dalam berdemokrasi demi keamanan bersama.

"Jangan nanti terpecah belah karena berbeda pilihan, karena selain dari luar, ancaman terburuk itu ancaman dari dalam, pemecahan dalam diri kita sendiri, terkotak-kotak dalam hal beda pilihan," ujar Hasan saat berkunjung ke Caringin, Kabupaten Bogor, Selasa (26/6/2018).

Hasan menuturkan di dalam demokrasi, warga harus bisa mengendalikan diri karena jika tidak, bisa menjadi bumerang.

"Misal di Bogor ada 5 kubu, itu lima pendukung, kalau kampanye di lapangan bisa saja berantem, kalau tidak bisa mengendalikan diri dalam demokrasi," katanya.

"Sekarang banyak bupati yang dipenjara karena korupsi, karena tidak mampu mengendalikan dirinya," tambahnya.

Ia mengatakan situasi di Bogor jelang pilkada serentak besok Rabu (27/6/2018) ini dinilai kondusif.

Serta ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan juga menggunakan hak pilihnya dengan baik.

"Pesan kepada yang punya hak pilih, pilih lah yang terbaik. Saya gak boleh mengarahkan ke siapa, gak boleh, harus netral, bilang si A, si B, harus netral, tidak boleh, nanti saya digantung, saya," katanya.

"Siapa pun yang menjadi pemimpin nanti, siapa pun yang dipilih, siapa pun yang menang, harus diterima dengan baik untuk menjaga semua itu khususnya menjaga stabilitas kemanan," tambah Hasan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved