Breaking News:

Kapal Tenggelam di Danau Toba

Kisah di Balik Jasad Bocah KM Sinar Bangun, Ini Penyebab Tubuhnya Tak mengambang

Ciri ini dikenalinya karena Dika saat pergi bersama keluarganya memakai jaket merah seperti di dalam rekaman.

Penulis: yudhi Maulana | Editor: Soewidia Henaldi
Kolase Foto TribunnewsBogor
jasad Korban KM Sinar Bangun di dasar Danau Toba 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Alat canggih Remotely Operated Vehicle (ROV) berhasil merekan puing kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara.

Selain merekam puing kapal, alat canggih tersebut juga berhasil merekam sepeda motor milik penumpang dan juga jasad penumpang.

Dikutip dari Tribun medan, Di antara jenazah yang terlihat, ada sesosok jasad yang tegeletak di dasar danau.

Jasad teresbut merupakan seorang anak dibawah umur yang mengenakan jaket merah.

Dari cirinya diduga bernama Dika Ferdian (9), seorang anak laki asal Binjai Selatan yang menjadi korbdn bersama 6 orang keluarganya.

Kue Ulang Tahun ke 52 Berbentuk Miniatur Hasil Kerja, Fahri Hamzah : Drama Ahok Segeralah Dihentikan

Pihak keluarga di Binjai, Erwin yang merupakan anak angkat pihak keluarga saat diwawancarai meyakini bahwa jenazah yang berjaket merah adalah Dika Ferdian.

Ciri ini dikenalinya karena Dika saat pergi bersama keluarganya memakai jaket merah seperti di dalam rekaman.

"Saya yakin itu memang Si Dika itu. Pas pergi kemarin sebelum kejadian, dia memakai jaket merah kayak yang direkam ini," kata Erwin di kediamannya, Jumat (29/6/2018).

Erwin berharap pascatemuan ini, semua pihak kelurganya dapat ditemukan. Dari tujuh keluraga, baru satu yang ditemukan dlam keadaan meninggal dunia dan sudah dimakamkan, yakni Fahriyanti.

Sementara, Kakak Dika, Ryan Afandi atau disapa Fandi ketika diwawancarai tribun-medan.com, mengatakan keyakinan 100 persen, bahwa yang terekam petugas gabungan menggunakan perangkat Remotely Operated Vehicle (ROV) adalah adiknya yang paling kecil.

Fenomena Viral Artis Tik Tok Adakan Meet and Greet, Bayar Rp 80 ribu Tapi Saat Ketemu Malah Kecewa

"Yakin sekali itu dia. Itu benar memang jaket adik saya warna merah, sepatunya juga, pakaian lainnya juga begitu. Itu jaket dia sudah lama mamak yang beli," ungkapnya, Jumat (29/6/2018).

Tak Mengambang

Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Brigadir Jenderal TNI Nugroho Budi Wiryanto usai melakukan pencarian memastikan posisi mayat belum ada berubah.

Nugroho mengatakan posisi mayat ada yang telentang dan tengkurap. Begitu juga dengan sepeda motor dan material kapal.

Untuk posisi jenazah berada di kedalaman 450 meter.

Kenalan di Bali, Pengasuh Bayi Asal Wonogiri Ini Dinikahi Bule Tajir dari Selandia Baru

Sementara untuk kapal berada di kedalaman 420 meter dengan suhu sangat dingin.

"Suhu di bawah sangat dingin. Yang jelas jenazah tidak membusuk,"ujarnya saat meberikan hasil pencarian hari ke 12 di Dermaga Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Sementara, Peneliti danau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hadiid Agita Rustini mengungkap kenapa jasad korban KM Sinar tidak mengambang sebagaimana lazimnya di perairan.

Agita mengatakan kedalaman jatuhnya kapal tersebut yang mencapai sekitar 400 meter di perairan Danau Toba, di mana tidak ada lagi sinar matahari, sehingga menyebabkan suhu air dingin.

Korban Selamat Sempat Ditertawakan Saat Pakai Pelampung, Dihampiri Wanita di Tengah Danau Toba

"Kami perkirakan di tempat jatuhnya KM Sinar Bangun sekitar 20 derajat dari hasil simulasi model. Kalau sudah di dasar dan berhari-hari, tidak ada oksigen. Jadi sepertinya itu membeku karena proses alami," kata Agita seperti dilansir kriminologi.id, Jumat (29/6/2018).

Ia mengatakan, suhu 20 derajat Celcius di kedalaman di bawah 400 meter itu merupakan suhu normal untuk Danau Toba. Sedangkan suhu di permukaan Danau Toba bila panas mencapai sekitar 26-27 derajat celcius.

Namun, ia mengakui, bahwa pihaknya hanya pernah melakukan simulasi pengukuran di siang hari dengan maksimal kedalaman 350 meter derajat celcius di perairan Danau Toba pada Maret 2016 dan Agustus 2017.

"Kalau siang normalnya segitu. Cuaca panas ataupun dingin di permukaan danau tidak akan terlalu mempengaruhi suhu di bagian dalam perairan. Di kedalaman 100 meter itu saja suhu sudah mirip dasar, kalau malam kemungkinan lebih tinggi lagi," kata Agita.

Korban Selamat Sempat Naik Bangkai Kapal KM Sinar Bangun, Kaki Ditarik dan Lihat Air Banyak Darah

Terkait arus di bawah perairan Danau Toba, kata Agita, jika arus berada di bawah 100 meter, arus sudah dalam kondisi tenang.

Namun, lain halnya jika arus air berada di atas 100 meter. Menurutnya, arus akan cukup besar karena dipengaruhi oleh penetrasi dari matahari.

Sedangkan kontur dasar perairan Danau Toba sehingga menyulitkan tim evakuasi menyelamatkan korban KM Sinar Bangun, Agita menjelaskan bahwa kontur dasar Danau Toba tempat jatuhnya KM Sinar Bangun tergolong stabil, meski kontur dasar di sekitarnya sangatlah curam.

"Bisa kita lihat dari sekeliling danau, danau ini dikelilingi oleh dataran curam, jadi ya kurang lebih dasar Danau Toba sama. Tapi, kapal itu jatuh sudah sampai ke bagian yang relatif datar. Kapal sudah stabil berada di situ, dia enggak akan pindah-pindah lagi, maksudnya kondisinya tenang," kata Agita menjelaskan.

Video KM Sinar Bangun Terombang-Ambing

 Insiden tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba mulai menemui titik terang.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved