Pilkada Kabupaten Bogor 2018

Rekapitulasi Tingkat Kecamatan Selesai, Tim 'Hadist' Harap Perdebatan Hasil Pleno Dihentikan

dengan berakhirnya rapat pleno PPK, maka diharapkan tak ada lagi perdebatan yang tidak konstruktif pada rapat pleno KPUD Kabupaten Bogor.

Rekapitulasi Tingkat Kecamatan Selesai, Tim 'Hadist' Harap Perdebatan Hasil Pleno Dihentikan
Instagram
Calon Bupati Bogor, Ade Yasin 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara Pemilihan Bupati Bogor tingkat kecamatan telah selesai dilaksanakan.

Wakil Direktur Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Media Tim Pemenangan Ade Yasin-Iwan Setiawan (Hadist), David Rizar Nugroho berharap, dengan berakhirnya rapat pleno PPK, maka tak ada lagi perdebatan yang tidak konstruktif pada rapat pleno KPUD Kabupaten Bogor.

“Semua pihak harus berjiwa besar, kita harus siap menang dan siap kalah. Jangan cuma siap menang doang gak siap kalah. Kita harus memberikan kedewasaan berpolitik kepada masyarakat. Namanya kompetisi ada yang menang dan ada yang kalah," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (2/7/2018).

Menurutnya, dengan selesainya rapat pleno PPK, maka legitimasi kemenangan Paslon Hadist makin kuat.

Ia pun menyebut sedikitnya ada tujuh alasan ilmiah yang memperkuat pasangan Hadist unggul dalam perolehan suara Pilbub Bogor.

Pertama, hasil quick count dari lembaga survey LSI Denny JA yang sudah dipublikasikan. Kedua, hasil real count internal Hadist berbasis teknologi informasi berdasarkan formulir C1.

Ketiga, hasil real count harian Radar Bogor, kempat real count di website KPUD, kelima, pihaknya mendapat informasi desk pilkada yang menghitung suara walau tidak dipublikasikan.

"Sekarang nambah dua jadi tujuh alasan ilmiah, diantaranya adalah real count surat kabar Metropolitan dan rekapitulasi rapat pleno PPK se Kabuparen Bogor," tuturnya.

Dengan demikian, dia menerangkan bahwa kemenangan Hadist bukan hanya berdasarkan perhitungan yang dilakukan secara internal.

"Kemenangan Hadist bukan hasil hitungan sendiri, jadi Hadist menang karena merujuk pada referensi dan data yang jelas. Ibarat skripsi daftar pustakanya jelas jadi kami hanya merujuk data yang jelas," tandasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved