Pilkada Kabupaten Bogor 2018

Saling Klaim Kemenangan, Ade Yasin Hitung Suara Pakai Rumus, Jaro Ade Berpedoman Formulir C-1

Hasil tersebut berdasarkan perhitungan suara yang dilakukan pihaknya dengan berpedoman pada formulir C1 di 7.635 TPS.

Saling Klaim Kemenangan, Ade Yasin Hitung Suara Pakai Rumus, Jaro Ade Berpedoman Formulir C-1
istimewa
Calon Bupati Bogor Ade Yasin 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Jelang rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara Pilbub Bogor 2018 tingkat KPU Kabupaten Bogor, dua pasangan calon nomor urut dua dan tiga masih sama-sama mengklaim kemenangannya.

Ketua Tim Pemenangan Pasangan nomor urut 3 Jaro Ade-Inggrid Kansil (JADI), Tohawi mengatakan, sampai dengan hari ini, pasangan JADI unggul dua persen dari pasangan nomor urut dua Ade Yasin-Iwan Setiawan (HADIST).

Hasil tersebut berdasarkan perhitungan suara yang dilakukan pihaknya dengan berpedoman pada formulir C1 di 7.635 TPS.

"Laporan dari saksi-saksi kita Alhamdulillah unggul selisih tipis hampir dua persen dengan pasangan nomor dua," katanya kepada TribunnewsBogor.com, Senin (2/7/2018).

Sementara itu di tempat yang berbeda, Tim Prisidium pemenangan pasangan HADIST pun diketahui telah menerima 40 berita acara rapat pleno kecamatan Pilbup Bogor tahun 2018 tadi malam.

Menurut Wakil Direktur Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Media Tim Pemenangan Hadist, David Rizar Nugroho, berita acara terakhir yang masuk kepihaknya berasal dari Kecamatan Sukaraja.

"Sukaraja ini yang paling akhir beres pleno nya. Kordinator saksi kita di Sukaraja langsung membawa berita acara ke markas kita. Hasilnya sesuai yang beredar di masyarakat Hadist tetap nomor satu dengan selisih suara 2,39 persen dengan Paslon nomor tiga,” kata David.

Ia juga menjelaskan, dari rekapitulasi seluruh berita acara rapat pleno PPK se Kabupaten Bogor, Paslon Hadist meraih 911.950 atau 41,11 persen.

Sedangkan Pasangan Jadi meraih 859.036 atau 38,72 persen. Selisih suara kedua Paslon tersebut 52.914.

"Kalau kalkulator yang dipakai semua pihak sama dengan basis berita acara PPK pasti hasilnya sama. Kalau beda pasti kalkulator nya error atau ngitungnya gak cermat dan gak akurat. Karena kita ngitung nya pake rumus Excel di komputer Insya Allah akurat," pungkasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved