Marak Tawuran Belakangan Ini, Bima Arya Tak Pentingkan Soal Penghargaan Kota Layak Anak

kasus tawuran bukan hanya di Kota Bogor saja, namun di daerah lain pun kerap terjadi aksi tawuran.

Marak Tawuran Belakangan Ini, Bima Arya Tak Pentingkan Soal Penghargaan Kota Layak Anak
TribunnewsBogor.com/Afdhalul Ikhsan
Pemkot Bogor menerima kunjungan tim verifikasi KLA dalam rangka evaluasi KLA Tahun 2018 di Paseban Sri Bima, Balaikota, Kamis (19/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Afdhalul Ikhsan

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kota Bogor baru menuju predikat Kota Layak Anak (KLA) dengan itu Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto lebih mementingkan visi dibanding predikat.

"Saya gak berpikir penghargaan soal KLA, ini soal visi misi Kota Bogor untuk menjadi kota ramah keluarga dan kota layak anak, masalah penghargaan itu masalah administrasi saja," katanya usai menerima tim verifikasi KLA dalam rangka evaluasi KLA Tahun 2018 di
Paseban Sri Bima, Balaikota, Kamis (19/7/2018).

Bukan tanpa sebab Bima mengatakan seperti itu.

Pasalnya dalam beberapa pekan ini terjadi aksi tawuran di Kota Bogor hingga memakan korban.

"Bukan soal predikat tapi visi Bogor yang memang menginginkan sebagai kota yang tidak ingin ada kekerasan yang ramah untuk keluarga dan anak," ucapnya.

Polisi Sebut Siswa yang Tawuran di Jalan Sholeh Iskandar Bogor Sudah Janjian Lewat HP

Bima pun menyikapi dengan serius akan hal itu, terlebih pada waktu lalu dirinya langsung terjun ke lapangan untuk menyelidiki senjata tajam yang diperjualbelikan oleh pelajar untuk tawuran.

"konsekuensinya harus tegas pada pendidikan, pembinaan infrastruktur, kultur semuanya. Makanya disikapi serius, kan bisa saja saya diam tidak membongkar jaringan itu," ujarnya.

5 Fakta Pelajar Asal Bogor Tewas Usai Nobar Piala Dunia 2018, Dianiaya Hingga Tersungkur di Jalan

Selain itu menurutnya kasus tawuran bukan hanya di Kota Bogor saja, namun di daerah lain pun kerap terjadi aksi tawuran.

"Menurut saya karena ini tawuran itu kerap terjadi dimana-mana. Bahkan setiap daerah pun juga mengalami. Jadi kalau Bogor kami sikapi serius, dengan cara yaitu membongkar langsung peredaran senjata tajam yang masuk ke sekolah," tandasnya.

Terpisah, Ketua Tim Evaluasi KLA, Marzuki menilai terkait tawuran yang terjadi beberapa hari lalu secara umun tidak mengurangi penilaian.

"Secara umum tidak mengurangi, tetapi persoalannya adalah sejauh mana upaya yang dilakukan. Kita melihat persoalan kan selalu muncul, tapi yang terpenting bagaimana sistem menangani. Seperti siapa lembaga yang menangani, standar penanganan bagaimana, pencegahan, ketika ada kasus mekanisme bagaimana, siapa yang terlibat karena kasus itu kan selalu ada,” terangnya.

"Artinya sudah relatif baik, ada perda, gugus tugas dan ada rencana aksinya," tambahnya

Penulis: Afdhalul Ikhsan
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved