Flyover Manahan Diharapkan Urai Kemacetan Kota Solo, Ditargetkan Rampung Oktober 2018

Konsumsi bahan alam dalam konstruksi CMP lebih rendah daripada konstruksi dengan teknologi beton sehingga dapat dikategorikan ramah lingkungan.

Flyover Manahan Diharapkan Urai Kemacetan Kota Solo, Ditargetkan Rampung Oktober 2018
ISTIMEWA
Menteri PUPR Basuki Hadimuljo 

FO Manahan akan memperlancar arus kendaraan dari Jalan Adi Sucipto dan Jalan MT. Haryono ke arah Jalan Dr. Moewardi dan sebaliknya.

Bertindak selaku kontraktor pembangunan FO Manahan adalah PT. Yasa Patria Perkasa dan PT. Virama Karya Kerjasama Operasi (KSO) sedangkan konsultan supervise adalah PT. Anugerah Kridapradana dan PT Disiplen Consult (KSO).

Jembatan Tirtonadi

Selain membangun FO Manahan, Kementerian PUPR juga tengah membangun duplikasi Jembatan Tirtonadi sepanjang 55 meter di atas aliran Kali Pepe.

"Kita bangun duplikasi Jembatan Tirtonadi ke arah Purwodadi. Selama ini lalu lintas arah Solo-Purwodadi seringkali macet. Saat ini progresnya 39,49 persen dan di targetkan Desember 2018 ini selesai," ujar Menteri Basuki.

Total nilai kontrak pembangunan Jembatan Tirtonadi sebesar Rp 40,03 miliar dan dikerjakan oleh PT. Bima Agung - PT. Sari Mas Indah Sejahtera, KSO.

Dalam periode 2015-2017, Kementerian PUPR telah membangun sebanyak 356 buah jembatan diberbagai wilayah di Indonesia dengan total panjang 22.808 meter.

Untuk tahun 2018, pembangunan jembatan sebanyak 174 buah dengan total panjang 13.639 meter.

Selain jembatan juga dibangun flyover dan underpass, yang tujuan utamanya untuk mengurai kemacetan di kawasan perkotaan.

Dalam periode tahun 2015-2017 telah dibangun 40 underpas/flyover dengan total panjang 11.325 meter. Tahun 2018 akan dibangun 18 buah underpass atau flyover dengan total panjang 2.691 meter. (*)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved