Breaking News:

Ini Penyebab Harga Telur Ayam Tinggi Menurut Pakar Peternakan IPB

Meski harga telur membumbung tinggi, menurut Rudi para peternak malah tidak mendapatkan keuntungan besar.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Pakar peternakan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Rudi Afnan, saat diwawancarai di IPB Dramaga, Sabtu (21/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DRAMAGA - Harga telur ayam di Bogor dan sekitarnya hingga hari ini terus mengalami peningkatan.

Pakar peternakan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Rudi Afnan menjelaskan, kenaikan harga telur ayam bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

"Kenapa harga telur naik karena bahan pakan untuk unggas itu kebanyakan impor, jagung, kedelai dan sebagainya," ujar pria yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Peternakan tersebut, kepada TribunnewsBogor.com Sabtu (21/7/2018).

Selain itu kata Rudi, harga dolar yang naik juga ikut membuat harga telur jadi semakin meningkat.

Meski harga telur membumbung tinggi, menurut Rudi para peternak malah tidak mendapatkan keuntungan besar.

"Jangan dianggap peternak mengambil untung terlalu banyak, tapi tataniaga di antaranya itulah yang membuat harga meningkat, seperti dari peternak ke pengepul ke retail dan pedagang sampai ke konsumen, itu ada proses panjang," katanya.

Meski demikian Rudi mengapresiasi cepat tanggap pemerintah dalam menangani kasus ini.

"Tapi kemarin pemerintah adakan operasi pasar hingga menekan harga telur sampai Rp 23 ribu hingga Rp 25 ribu, tapi jangan sampai juga itu merugikan peternak," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved