Breaking News:

2 Hari Usai Dikhitan, Anak Perempuan di Somalia Meninggal

Dokter Andirahman Omar Hassan dari rumah sakit Hanano di Dhusamareb, Somalia tengah mengatakan seorang anak perempuan berusia 10 tahun meninggal.

Editor: khairunnisa
DPA/Unicef
Praktik mutilasi genital pada perempuan (FGM) di Afrika selain menggunakan silet, juga pisau, yang tidak steril. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dokter Andirahman Omar Hassan dari rumah sakit Hanano di Dhusamareb, Somalia tengah mengatakan seorang anak perempuan berusia 10 tahun meninggal dunia akibat mengalami mutilasi genital pada perempuan (FGM) atau khitan perempuan.

Dr Hassan dari tim tanggap yang berusaha menyelamatkan anak itu mengatakan kepada VOA anak itu meninggal dunia setelah menjalani khitan.

Korban dibawa ke rumah sakit pada 17 Juli 2018.

Orang tuanya menjelaskan khitan itu dilakukan dua hari sebelumnya di Desa Olol, 40 kilometer utara Kota Dhusamareb.

Dia dibawa ke rumah sakit pada sore hari ketika orang tuanya mengetahui kondisinya.

Anak perempuan itu kemudian segera dibawa ke ruang gawat darurat.

Tak Perlu Filler, Ini 5 Tips Bikin Bibir Terlihat Lebih Tebal dan Seksi

Sayangnya, dia kemudian meninggal dunia akibat banyak kehilangan darah, kata Dr Hassan kepada VOA.

Menurut Hassan, anak perempuan itu terkena infeksi tetanus akibat penggunaan alat khitan yang tidak steril.

Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) menjelaskan mutilasi genital pada perempuan dapat mengakibatkan pendarahan, infeksi, gangguan buang air kecil dan komplikasi kehamilan.

Ayah anak itu, Dahir Nur, mengatakan bahwa dia berduka namun menerima putrinya meninggal karena khitan dan ia percaya putrinya itu "diambil oleh Tuhan".

Tak Hanya Eza Gionino, Pernikahan 5 Artis Ini juga Sempat Tidak Direstui Orangtua

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved