Harga Ayam Tinggi, Peternak Sebut Berkurangnya Stok Bibit Ayam Jadi Salah Satu Penyebabnya

pihaknya mendapatkan DOC dari perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang peternakan seharga Rp 5 ribu.

TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
pedagang ayam di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pasokan Day Old Chicken (DOC) atau bibit ayam di kalangan peternak yang berkurang dinilai menjadi salah satu penyebab naiknya harga daging ayam.

Menurut Pengelola Peternakan Ayam di Cibinong, Yuliana, ketersedian DOC saat ini tengah mengalami penurunan. Hal tersebut tidak sebanding dengan jumlah permintaan di pasaran yang terbilang cukup tinggi.

"Sehingga, mau tidak mau karena stok DOC berkurang dan demandnya tinggi maka harga pun jadi naik," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (26/7/2018).

Ia pun menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan DOC dari perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang peternakan seharga Rp 5 ribu.

"Dari DOC yang kita beli itu menghasilkan satu ekor ayam yang kami jual seharga Rp 23 ribu perkilogramnya, sebelumnya hanya Rp 19 ribu tapi ketika masuk pasar beda lagi harganya lebih tinggi," terangnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penyebab lain yang menimbulkan kenaikan harga daging ayam tidak lain adalah karena meningkatnya harga pakan ayam.

"Berhubung dollar naik maka harga pakan pun ikut naik, karena pakan ini kan impor," tuturnya.

Sementara itu, untuk harga daging ayam di Pasar Cibinong sendiri saat ini berada di kisaran Rp 42 ribu perkilogram.

Sejumlah pedagang daging ayam pun mengeluh dengan kenaikan tersebut.

Seperti halnya yang dirasakan Fahmi (20) satu diantara penjual daging ayam di Pasar Cibinong.

Ia mengatakan bahwa kenaikan harga tersebut berpengaruh terhadap tingkat penjualan.

"Sekarang menurun yang beli, biasa saya sehari bisa menjual dua kwintal sekarang satu kwintal aja agak susah habisnya," ungkapnya kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (26/7/2018).

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved