Harga Telur di Kota Bogor Mulai Turun, Disperindag Singgung Masalah Produksi

ada beberapa hal juga yang memang menjadi penyebabnya berupa keterbatasan bibit ayam, pakan dan obat-obatan.

TribunnewsBogor.com/Afdhalul Ikhsan
Pedagang telur di Pasar Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Afdhalul Ikhsan

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Harga telur kini cenderung menurun, sedangkan harga daging ayam masih bertengger di atas harga normal.

Kepala Bidang Sarana dan Komoditi Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, Tedy Sutiadi mengatakan faktor naik turunnya harga kedua bahan pangan itu, dikarenakan produksinya.

"Gejolak harga telor dan ayam saat ini bukan dari sisi distribusi dan perdagangannya, tapi masalah di sisi produksinya sehingga terjadi kelangkaan dan harga meningkat," katanya kepada TribunnewsBogor.com saat dihubungi, Rabu (25/7/2018) malam.

"Mungkin dengan kondisi faktor di atas para peternak lebih memilih produksi ayam petelur dari pada ayam potong yang biaya produksinya lebih rendah," imbuhnya

Selain faktor itu, ada beberapa hal juga yang memang menjadi penyebabnya berupa keterbatasan bibit ayam, pakan dan obat-obatan.

Temuan itu berdasarkan hasil kordinasinya dengan beberapa dinas terkait.

"Dari hasil koordinasi dengan rekan-rekan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yaitu keterbatasan bibit ayam, pakan dan obat-obatan. Selain itu untuk pakan sendiri terkait nilai kurs rupiah dolar sehingga menyebabkan harga meningkat otomatis biaya produksi naik," bebernya

Saat ditanya mengenai apakah ada indikasi penimbunan telur dan daging ayam, pihaknya masih melakukan komunikasi dengan Dinas Ketahanan Pangan.

" Lebih jelasnya coba tanya ke temen2 distani atw ketahanan pangan," pungkasnya.

Penulis: Afdhalul Ikhsan
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved