Perlukah Siswa tak Diberi PR Oleh Guru? Ini Kata Psikolog Pendidikan

Psikolog pendidikan Bondhan Kresna Wijaya, M.Psi, mengatakan, penerapan kebijakan ini harus memerhatikan sejumlah hal.

Perlukah Siswa tak Diberi PR Oleh Guru? Ini Kata Psikolog Pendidikan
Net
Siswa di Spanyol merasa stres karena terlalu banyak PR 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Blitar, Jawa Timur, mengirimkan surat edaran yang melarang semua sekolah di lingkup Kota Blitar memberikan pekerjaan rumah ( PR) kepada para siswanya.

Larangan ini berlaku bagi sekolah untuk semua tingkatan.

Tujuannya, agar para siswa memiliki waktu untuk bersosialisasi dan mengerjakan hal positif lainnya saat berada di luar sekolah.

Meski belum sepenuhnya diterapkan, kebijakan ini sudah menuai pro dan kontra.

Ada yang menyatakan setuju, ada pula yang menyayangkan kebijakan ini.

Bagaimana analisa psikologis terkait PR yang dibebankan kepada para siswa?

Psikolog pendidikan Bondhan Kresna Wijaya, M.Psi, mengatakan, penerapan kebijakan ini harus memerhatikan sejumlah hal.

“Menurut saya kebijakan pemerintah kabupaten itu layak dicoba diterapkan. Mungkin bupatinya terinspirasi model pendidikan di Finlandia yang memang enggak diperkenankan kasih PR ke anak,” kata Bondhan saat dihubungi Kompas.com, Selasa (17/7/2018).

Sebelum Ketahuan Punya Sel Lain di Lapas Sukamiskin, Setya Novanto Tunjukan Buku Ini ke Najwa Shihab

Ia mengatakan, penerapan kebijakan ini harus memerhatikan aspek-aspek lainnya secara holistik, bukan parsial.

“Misalnya dilihat kualitas gurunya. Kualitas guru yang selama ini hanya bersandar pada sertifikasi menurut saya tidak cukup (untuk diterapkan kebijakan). Bupatinya bisa kasih program tambahan, misalnya sekolahkan guru-gurunya sampai S2 di PTN atau PTS berkualitas,” kata Bondhan.

Halaman
12
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved