Tinggal Menunggu Kata Sambutan dari Presiden, Buku 'Jokowi Di Mata Mahasiswa' Segera Diterbitkan

Kordinator Nasional Kornas Mas Jokowi, Aprikie Putra Wijaya mengatakan bahwa pihat staf khusus kepresidenan menyambut baik adanya buku itu.

Tinggal Menunggu Kata Sambutan dari Presiden, Buku 'Jokowi Di Mata Mahasiswa' Segera Diterbitkan
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Dokumentasi Gerakan Relawab Mas Jokowi saat bertemu staff khusus kepresidenan di Istana Presiden Jakarta, Kamis (26/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunnewaBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUBNNEWSBOGOR.COM, BOGOR - Relawan Masyarakat Muda Support Jokowi (Mas Jokowi) memberikan buku 'Jokowi Dimata Mahasiswa' kepada Presiden Jokowi melalui Koordinator Staf Khusus Presiden.

Pemberian buku tersebut dilakukan pada Kamis (26/7/2018) lalu di Istana Jakarata.

Kordinator Nasional Kornas Mas Jokowi, Aprikie Putra Wijaya mengatakan bahwa pihat staf khusus kepresidenan menyambut baik adanya buku itu.

"Iya buku itu merupakan gerakan kami Mas Jokowi untuk ikut membangun bangsa melalui literasi dan Kamis kemarin buku itu sudah kami serahkan untuk dibaca terlebih dahulu sebelun diterbitkan, dan beliau menyambut baik, dengan mereka menerima kita itu audah apresiasi, kemarin kita ngobrol lama juga," katanya saat ditemui TribunnewsBogor.com di Joglo Keadilan Bogor Jalan Parakan Salak.

Pria yang akrab disapa Riki itu pun menyebutkan bahwa buku itu merupakan bunga rampai dari lomba esay mahasiswa.

Di dalam buku itu ada 50 tulisan terbaik karya mahasiswa.

Setelah diserahkan kepada pihak Presiden, selanjutnya relawan Mas Jokowi tinggal menunggu kata sambutan dari Presiden Jokowi untuk buku tersebut.

Sementara itu Ketua Dewan Pembina gerakan relawan Mas Jokowi Sugeng Teguh Santoso mengatakan bahwa gerakan relawan Mas Jokowi ingin merangkul mahasiswa yang kritis untuk memberikan kritik dan solusinya.

"Kita tau mahasiswa itu cendrung kritis, maka dari itu agar tidak terpancing oleh hoax para mahasiswa ini diberikan ruang atau wadah untuk memberikan kritikan yang solutif yaitu melalui perlombaan yang kemudian tulisan terbaiknya itu dibukukan," ujar pria yang menjabat sebagai Sekjen DPN Peradi ini.

Pria yang akrab disapa STS itu pun menyebutkan bahwa dengan adanya gerakan ini kritikan dan masukan dari mahasiswa bisa diwadahi.

"Nah itu kita membuat lomba menulis dan tulisan terbaik di bukukan, kelompok kritis ini kita wadahi sikap kritis mereka tidak boleh dihilangkan tapi juga harus memberikan solusi,  karena mahasiswa ini mereka adalah calon pemimin juga nantinya," ucapnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved