Breaking News:

Gempa di Lombok

Cerita Warga Gempa 6,4 SR di Lombok, 'Suami Saya Pikir, Saya Goyangin Kasurnya Biar Dia Bangun'

laporan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat, tercatat 14 orang meninggal dunia, 162 jiwa luka-luka dan ribuan unit rumah rusak.

Penulis: Damanhuri
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Humas BNPB
Rumah ambruk dan plang di pintu masuk Kawasan Gunung Rinjani roboh akibat gempa yang mengguncang pada pagi hari tari, Minggu (29/7/2018) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Gempa berkekuatan 6,4 SR mengguncang kawasan lombok dan sekitarnya, Minggu (29/7/2018).

Guncangan gempa yang cukup dahyat itu mengakibatkan ribuan rumah warga rusak serta 14 warga dikabarkan meninggal dunia dalam bencana gempa yang mengguncang wilayah itu.

Seorang warga yang secara langsung merasakan guncangan gempa di Lombok menceritakan detik-detik terjadinya gempa.

Rini, warga Jakarta yang menetap di Mataram, Nusa Tenggara Barat mengatakan, bahwa kediamannya di kompleks Mandiri Lombok, Jalan Lengko, Mataram ikut terkena terguncang.

Bahkan, guncangan kecil hingga sekira pukul 12.00 Wita masih dirasakannya oleh warga sekitar.

Hal itu menyebabkan dirinya merasakan pusing, akibat gempa.

"Gempanya masih kerasa sampai sekarang. Sampai kepala saya pusing," ujar Rini melansir Grid.ID melalui saluran telepon, Minggu (29/7/2018).

Bahkan, sambung Rini, guncangan gempa tersebut membuat lampu yang menggantung dirumahnya ikut bergoyang.

Ia menambahkan, saat terjadi gempa warga di komplek tempatnya tinggal sempat merasa panik akibat merasakan goncangan yang cukup dahyat itu.

Saat terjadi gempa, kata wanita berusia 52 tahun itu, jika suaminya sedang tertidur pulas di kamar.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved