Breaking News:

Petani Kopi Di Bogor Mengaku Kesulitan Memasarkan Produk Ke Luar Daerah

Padahal, kata dia, kualitas dan cita rasa kopi khas Bogor memiliki ciri khas yang berbeda dan tak kalah dengan kopi-kopi nusantara lainnya.

TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Poduk kopi buatan petani Kopi asal Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Sejumlah petani kopi di Bogor mengaku mengalami kesulitan untuk memasarkan produk kopinya.

Hal tersebut pun diakui satu diantara petani di Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor Egi Saputra.

Menurutnya, hal yang menjadi kendala selama berkecimpung dalam berbisnis kopi saat ini adalah persoalaan pemasaran.

Padahal, kata dia, kualitas dan cita rasa kopi khas Bogor memiliki ciri khas yang berbeda dan tak kalah dengan kopi-kopi nusantara lainnya.

"Mau itu kopi robusta atau arabika, kualitasnya baik, sayangnya mungkin untuk beberapa petani kopi di Bogor ini sedikit mengalami kesulitan memasarkannya, karena mungkin dari modalnya juga," ungkap Egi kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (29/7/2018).

Ia pun mengatakan bahwa selama ini dirinya hanya memasarkan produk kopinya di sekitaran Bogor saja. Itu pum tergantung pemesanan saja.

Sempat Dirahasiakan, Terungkap Ini Sosok Calon Istri Denny Sumargo, Bukan Wanita Sembarangan

"Baru di daerah Bogor saja, belum sampai luar kota, karena itu tadi kendalanya di pemasarannya dan modal," terangnya.

Sementara itu sebelumnya, Bupati Bogor Nurhayanti tak menampik bahwa potensi kopi di Kabupaten Bogor sangat tinggi untuk memajukan perekonomian daerah.

Pemerintah Kabupaten Bogor sendiri pun menurutnya telah berupaya mempromosikan beberapa potensi lokal yang telah dikembangkan secara inovatif, seperti kopi bogor, salah satunya lewat Festival Kopi Bogor.

Neno Warisman Beberkan Kronologi Penolakan di Batam, Pria Mengamuk Hingga Kejanggalan yang Dirasakan

Dikatakannya, potensi kopi di Kabupaten Bogor terdiri dari kopi robusta dan kopi arabika, tersebar di kecamatan Sukamakmur, Tanjungsari, Babakanmadang, Pamijahan, Rumpin, Cisarua dan Megamendung.

"Kopi bogor ini berpotensi menjadi penyangga kehidupan ekonomi masyarakat, terutama para petani serta memberikan dampak yang signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com beberapa waktu lalu.

Sehingga, kata dia, pemerintah kabupaten bogor berupaya memberikan pembinaan yang intensif kepada para petani kopi guna mendorong terselenggaranya pengelolaan kopi yang baik mulai dari hulu sampai hilir.

"Dengan demikian, kopi bogor memiliki daya saing dengan kopi-kopi lain yang telah berkembang sebelumnya, baik dalam skala lokal, nasional, maupun dalam skala ekspor," tukasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved