Pilkada Kabupaten Bogor 2018

Bawaslu Jabar Soroti Adanya Pertambahan DPTB Pada Pemilihan Bupati Bogor

mulai hari sabtu pagi hingga minggu malam kemarin jajarannya melakukan pemeriksaan guna mendapatkan keterangan dari pihak pelapor dan terlapor.

Bawaslu Jabar Soroti Adanya Pertambahan DPTB Pada Pemilihan Bupati Bogor
Ist
Bawaslu datang ke kantor Panwaslu Kabupaten Bogor terkait gugatan pasangan calon Bupati Bogor Jaro Ade - inggrid Kansil di Mahkamah Konstitusi 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Adanya dugaan kecurangan dalam pelaksanaan Pemilihan Bupati - Wakil Bupati Bogor menjadi perhatian Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI).

Dugaan kecurangan yang sebelumnya juga dilaporkan dalam persidangan persilisihan Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor di Mahkamah Konstitusi (MK) oleh pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Bogor Jaro Ade-Inggrid Kansil (JADI) itu pun kini tengah diusut Bawaslu RI melalui Bawaslu Jawa Barat.

Komisioner atau Kordinator SDM dan Organisasi Bawaslu Jawa Barat, Yusuf Kurnia mengatakan, mulai hari sabtu pagi hingga minggu malam kemarin jajarannya melakukan pemeriksaan guna mendapatkan keterangan dari pihak pelapor dan terlapor.

"Kami meminta keterangan pihak pelapor pasangan JADI maupun pihak terlapor yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor," ujar Yusuf Kurnia kepada wartawan.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya menyoroti terkait adanya dugaan pertambahan data pemilih tambahan (DPTb) yang di luar perhitungan KPU Kabupaten Bogor.

"Jadi pelapor dan terlapor kami mintai keterangan dugaan monjaknya DPTb, kami ingin tahu bagaimana kronologisnya seperti apa, klarifikasinya bagaimana," tuturnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, pihaknya mendalami keterangan dugaan melonjaknya data pemilih tambahan baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten.

"Misal di Kecamatan Cibinong itu ada selisih 4 ribu suara DPTb yang tiba-tiba muncul ke permukaan dan itu diluar prediksi KPU Kabupaten Bogor yang tertuang dalam surat edaran," jelasnya.

Yusuf menjelaskan dugaan beberapa kecurangan yang telah dilaporkan ke pihaknya akan dirapatkan.

Hasil dari pemeriksaan ini akan kami umumkan pada Selasa (31/7/2018) besok.

“Hasil pemeriksaan ini akan kami rapatkan dulu di Bandung, pengumuman hasil pemeriksanaan pelapor dan terlapor akan kami lakukan secepatnya," ucapnya.

Sementara itu terpisah, Komisioner Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bogor Divisi Hukum dan Pelanggaran,
Irfan Firmansyah menerangkan, sejumlah saksi baik dari pelapor dan terlapor diperiksa secara estafet.

"Saya kurang tahu juga tepatnya berapa yang diperiksa, karena Panwaslu Kabupaten Bogor sifatnya hanya sebagai tuan rumah dan tidak ikut memeriksa pelapor maupun terlapor," singkatnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved