Breaking News:

Ibu Mertua Sopir Taksi Online : Orangnya Care Sama Kelurga dan Teman

menantunya merupakan pribadi yang peduli, hal itu dibuktikan ketika teman atau saudara butuh batuan dia kerap bersedia membantu sebelum dipinta.

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Maryati Rajab ibu mertua Soeharto alias Anto sopir taksi online yang tewas di Sumedang Jawa Barat. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -   Soeharto alias Anto alias Alex (32), pengemudi taksi online yang ditemukan tewas usai dirampok dan jasadnya di Sumedang, Jawa Barat , dikenal sebagai sosok yang peduli.

Ibu Mertua Soeharto, Maryati Rajab mengatakan, menantunya merupakan pribadi yang peduli, hal itu dibuktikan ketika teman atau saudara butuh batuan dia kerap bersedia membantu sebelum dipinta.

"Orangnya care (peduli) sama kelurga besar, sama teman-temannya, contoh kaya misalnya ada adik iparnya butuh antaran dia bilang biar bareng saja sama dia, temannya juga sering dibantu," kata Maryati ketika dijumpai TribunJakarta.com, di rumahnya Bekasi Timur, Jumat (3/8/2018).

Indrawan, bapak mertua Anto menjelaskan, Anto diketahui sudah menjadi sopir taksi online sejak 2016 silam.

Sebelumnya ia bekerja di perusahaan elektronik namun ia memilih keluar lantaran ingin mendapatkan penghasilan lebih untuk mencukupi kebutuhan hidup anak dan istrinya.

Komunikasi Terakhir Sopir Taksi Online yang Tewas di Sumedang, Kalau Gw Ada Apa-apa Ini TKP-nya

"Dia sudah jadi karyawan di perusahaan tersebut, namun karena, mungkin ya gajinya kurang besar, dia keluar dan memilih ngegrab. Kata dia dari segi penghasilan bagusan ngegrab," jelas Indrawan.

Anto sudah menikah dengan Hikmah Irmasundah sejak 2015, kedua pasangan muda itu sudah dikaruniai satu orang anak laki-laki bernama Alif berusia 1,5 tahun.

Anto merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Sumini dan Muchtar yang tempat tinggalnya berada di daerah Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Alex dan Irma tinggal di rumah kontrakan di Bekasi Timur, Kota Bekasi. Rumah kontrakan Alex tidak jauh dari rumah mertuanya.

Saat ini, kasus perampokan berujung pembunuhan itu ditangani Polres Sumedang, Polisi masih memburu pelaku yang diperkirakan berjumlah empat orang.

Pada Senin, 30 Juli 2018 sekitar pukul 15.00 WIB, Anto mendapatkan orderan di daerah Stasiun Cakung menuju Subang, Jawa Barat.

Sekitar pukul 18.16 WIB Anto memberi kabar kepada rekanya bernama Kamil, jika dirinya dalam bahaya, Anto kemudian menshare lokasi keberadaanya yang diketahui berada di Pamanukan, Sumedang, Jawa Barat.

Pada Selasa, (31/7/2018), Anto ditemukan tewas, jasadnya ditemukan oleh seorang warga di semak-samak dengan luka disekujur tubuh, kuat dugaan ia dibunuh dan mobilnya dibawa kawanan perampok tersebut.

Lalu pada Rabu (01/08/2018) pagi jenazah Anto sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mangun Jaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

 (Tribunjakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved