Breaking News:

Mahasiswa IPB Ciptakan Lebel Pangan Masa Depan Berbasis DNA Barcodes

Tingginya permintaan konsumen terhadap produk ikan, memunculkan kreativitas pengolahan ikan

Humas IPB
Mahasiswa IPB Ciptakan Lebel Pangan Masa Depan Berbasis DNA Barcodes 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang mudah dan murah diperoleh di Indonesia.

Tak heran jika negeri ini dijuluki sebagai “surga ikan”.

Ada ribuan jenis ikan yang hidup di perairan Indonesia.

Mulai dari jenis ikan bernilai rendah hingga jenis ikan yang paling digemari, sehingga menjadikan jenis ikan tersebut banyak diekspor untuk memenuhi permintaan konsumen luar negeri.

Tingginya permintaan konsumen terhadap produk ikan, memunculkan kreativitas pengolahan ikan untuk memberi nilai tambah dan daya tarik yang lebih bagi konsumen.

Tapi muncul kekhawatiran di konsumen terkait kemungkinan adanya pemalsuan produk seperti penggunaan ikan substitusi, yaitu ikan yang berbeda dari jenis ikan yang ada pada label. 

Tentunya konsumen akan mengalami kerugian karena membeli barang yang tidak sesuai dengan keinginannya.

Konsumen juga harus membeli dengan harga yang lebih mahal untuk spesies ikan substitusi yang lebih murah.

Berangkat dari persoalan tersebut, beberapa mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (IPB) mencoba melakukan upaya pencegahan pemalsuan produk ikan produk tersebut. 

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE) 2018, Kinanti Permata Sitaresmi, Anisa Nursista, dan Amelia Gustiningtyas di bawah bimbingan Dr Asadatun Abdullah melakukan identifikasi dan autentikasi dengan DNA mini-barcodes untuk label pangan pada berbagai produk ikan layur.

Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan, kasus mislabeling berbagai produk perikanan sering terjadi.

Rata-rata ada kecurangan 28% dari total sampel ikan, 24% seafood di Brazil, dan 22% seafood di India.

Proses pengolahan yang telah dilakukan pada produk ikan menyulitkan identifikasi secara morfologi.

 “Oleh karena itu kami mencoba melakukan autentikasi produk olahan berbasis DNA. Karena metode tersebut lebih akurat, stabil, dan spesifik,” ujar Kinanti, Ketua Tim.

Bersama timnya, Kinanti berharap hasil penelitian yang mereka lakukan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dan pihak-pihak yang terkait untuk pemantapan program traceability produk perikanan Indonesia. (*)

Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved