Disekap Dukun 15 Tahun

Ada Gundukan Tanah Dekat Celah Batu, Hasni Diduga Telah Enam Kali Hamil Selama 15 Tahun

Gadis remaja itu diketahui diculik oleh seorang dukun ternama yang ada dikampungnya selama 15 tahun lamanya.

Ada Gundukan Tanah Dekat Celah Batu, Hasni Diduga Telah Enam Kali Hamil Selama 15 Tahun
Tribun Medan
Hasmi ditemukan dari dalam gua setelah 15 tahun disekap dukun 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Gundukan tanah di dekat celah batu tempat Hasni ditemukan, mengundang kecurigaan warga.

Selama 15 tahun lamanya Hasni disembunyikan di celah batu, kuat dugaan dijadikan 'budak seks' oleh Jago, dukun yang menyekapnya.

Dugaan tersebut semakin kuat dengan ditemukannya gundukan tanah di dekat celah batu tempat Hasni tinggal selama 15 tahun.

Hasni seorang wanita asal Desa Bajungan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah yang hilang dari rumahnya selama 15 tahun.

Korban Hasni tiap pukul 04.00 Wita dibawa ke cela bebatuan ini, dan pukul 19.00 Wita korban dibawa lagi ke pondok belakang tersangka. (Dokumentasi Polres Tolitoli)

Korban Hasni tiap pukul 04.00 Wita dibawa ke cela bebatuan ini, dan pukul 19.00 Wita korban dibawa lagi ke pondok belakang tersangka. (Dokumentasi Polres Tolitoli) (Dokumentasi Polres Tolitoli)

Polisi meminta masyarakat yang ada di lokasi supaya tidak melakukan tindakan apapun terhadap kejadian, dan menyerahkan kasus tersebut kepada mereka.

Saat ditemukan, Hasmi terlihat linglung.

Ia pun hanya mengenakan kain sarung yang sudah robek, dan berjalan tertatih-tatih saat dipandu beberapa warga.

Warga yang mengenal Hasmi berteriak memanggil namanya, dan beberapa diantara warga langsung memeluk Hasmi dan memberikan kain sarung yang lebih bagus.

Saat diajak berbincang Hasmi tidak bisa menjawab dengan jelas dan saat hendak diantarkan ke rumah ayahnya, ia menolak, dan merasa takut.

Kemudian Hasmi dibawa ke rumah saudaranya yang lain.

Ternyata selama diculik dan disekap di dalam Gua selama 15 tahun, Hasmi sudah enam kali dihamili oleh Tete Jago, dan setiap anak yang dilahirkan selalu dibunuh Tete Jago.

Saat ini, aparat kepolisian setempat sudah berhasil mengamankan sang dukun yang telah berbuat keji tersebut.

"Pelaku adalah paranormal yang sudah terkenal di sini," kata Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal dikutip dari Tribun Medan.

Pada 2003 silam, ayah Hasni, Makmun sering kali bertanya pada pelaku, Tete Jago.

Hanya saja, jawaban pelaku selalu saja membuat Makmun patah arang.

"Sudah pergi jauh," begitu jawaban Jago tiap kali ditanya Makmun.

Tapi rupanya, selama 15 tahun ini kakak dari Hasni mengetahui keberadaan adiknya.

Warga Desa Galumpang Kecamatan Dakopamean, bernama Sugeng mengatakan bahwa kakak Hasni merupakan menantu pelaku.

"Anak laki-laki pelaku ini adalah suami dari kakak korban sendiri," katanya.

Orang yang benar-benar tidak tahu keberadaan Hasni ialah sang ayah, Makmun lantaran sang ibu sudah tiada.

"Sebenarnya kalau saya tidak anggap ini penculikan. Tapi sengaja disembunyikan pelaku," ujar Sugeng.

Menurut Sugeng, kasus ini terbongkar berawal dari pertengkaran kakak korban dengan Jago, malam sebelum ditemukannya Hasni di celah batu.

Saat bertengkar, kakak Hasni mengancam akan melaporkan Jago terkait penyembunyian sang adik.

"Nah dari situ ada tetangga yang mendengarnya. Lalu melapor ke polisi," katanya.

“Setelah mendapat laporan warga, kami mengunjungi orangtua korban untuk sama sama melakukan penangkapan terhadap si pelaku,” kata Kapolsek Dakopamean Ipda Dickri Sukarjo.

Hasni (28), wanita diduga korban penculikan seorang dukun selama 15 tahun
Hasni (28), wanita diduga korban penculikan seorang dukun selama 15 tahun (Tribun Medan)

Hasni ditemukan pada siang harinya,dengan kondisi sangat mempihatinkan.

Hasni disembunyikan di balik batu besar, sekitar 100 meter dari rumah pelaku.

“Ada ruangan kecil berukuran satu meter setengah kali satu meter setengah di dalam batu itu, dan ada tempat tidur berupa dipan yang terbuat dari anyaman bambu. Lokasinya di perbukitan tak jauh dari rumah pelaku,” jelasnya.

Menurut Dicki dari laporan warga, pelaku sering kali membawa anak gadis saat malam hari ke rumahnya.

Tetapi masyarakat tak pernah melihat gadis tersebut di siang hari.

“Jadi mungkin kalau malam pelaku membawa korban ke rumahnya. Sekitar subuh dini hari baru disembunyikan lagi ke dalam batu. Karena memang lokasinya tak jauh dari rumah pelaku,”urainya.

Banyak warga dan keluarga menduga bahwa Hasni sudah menjadi korban pelecehan seksual oleh Jago.

Pasalnya, tak jauh dari lokasi penemuan Hasni ditemukan gundukan tanah menyerupai kuburan.

“Ada gundukan tanah mirip kuburan di sekitar lokasi penemuan korban. Tapi kita belum tau apakah itu kuburan atau bukan. Kami hanya menduga itu kuburan janin hasil pelecehan,” kata Nadir, tokoh pemuda Desa Galumpang.

Sementara itu, korban telah dibawa ke RSU Mokopindo Tolitoli untuk divisum.

Ia juga mendapat pendampingan dan konseling dari psikolog Dinas Sosial.

"Kondisi korban linglung, tapi mampu menjawab pertanyaan, sementara masih didampingi psikolog Dinas Sosial," Kata Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal.

(Tribun Medan)

Penulis: Damanhuri
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved