Pilpres 2019

Pengamat : Kubu Penantang Jokowi Tak Solid karena Takut Kalah Sejak Awal

Lili menyampaikan, PKS, PAN, dan Partai Demokrat sadar tidak memiliki figur yang mampu mengimbangi elektabilitas Jokowi.

Pengamat : Kubu Penantang Jokowi Tak Solid karena Takut Kalah Sejak Awal
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto saat peringatan Milad ke-20 PKS di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli menilai wajar jika koalisi partai penantang Joko Widodo pada Pilpres 2019 buyar jelang batas akhir pendaftaran calon presiden dan wakil presiden ke Komisi Pemilihan Umum.

Sebab, menurut dia, koalisi yang akan mengusung Prabowo Subianto sebagai capres tersebut memang tidak solid sejak awal.

“Kubu penantang Jokowi ini enggak solid dari awal karena mereka takut kalah. Mereka sadar sulitnya mengalahkan Jokowi yang petahana,” kata Lili saat dihubungi, Kamis (9/8/2018).

Lili menyampaikan, PKS, PAN, dan Partai Demokrat sadar tidak memiliki figur yang mampu mengimbangi elektabilitas Jokowi.

Oleh karena itulah mereka mengajukan syarat mendapat posisi cawapres Prabowo.

Ribut Soal Jenderal Kardus, Romahurmuziy Tulis Ini : Nyari Presiden Apa Nyari Kardus Sih?

Tujuannya semata-mata adalah untuk mengamankan perolehan suara partai politiknya masing-masing di pemilu legislatif.

“Kubu penantang pasti mikirnya, daripada kalah enggak dapat apa-apa, mending ngotot mengajukan figur untuk cawapres. Semua mengajukan nama, jadinya alot,” ujar Lili.

Dengan mendapatkan posisi cawapres, kata Lili, partai politik berharap mendapat coattail effect atau efek ekor jas.

Efek ini diharapkan dapat meningkatkan perolehan suara mereka pada Pileg 2019.

“Ini realistis, dari pada pilpres kalah terus partai enggak masuk parlemen, kan kayak sudah jatuh tertimpa tangga. Makanya mereka minta cawapres demi coattail effect,” ungkap Lili.

Halaman
12
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved