Tingkatkan Pengetahuan Petani, Mahasiswa IPB Lakukan Ekspedisi Padi Nusantara

Kegiatan pembekalan bertujuan membekali mahasiswa tentang konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan sekaligus pelepasan mahasiswa.

Tingkatkan Pengetahuan Petani, Mahasiswa IPB Lakukan Ekspedisi Padi Nusantara
Humas IPB
Mahasiswa Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan rangkaian kegiatan Ekspedisi Padi Nusantara Jilid 3. 

Tidak hanya itu, mahasiswa juga diminta untuk membantu memecahkan permasalahan petani sesuai kemampuan masing-masing.

Hasil turun lapang ini akan menjadi sumber data yang akan digunakan pada kajian evaluasi penerapan konsep PHT nanti.

Pada ekspedisi ini dipilih komoditas padi karena tanaman padi menjadi komoditas utama yang ditanam oleh petani.

Tidak hanya itu, tanaman padi dipilih karena merupakan komoditas pertanian yang lebih umum ditanam oleh petani sehingga mudah ditemukan.

Di sisi lain, petani padi juga mendapat pengembangan sumberdaya manusia dari pemerintah, sehingga perlu diukur apakah program tersebut membekas atau tidak, terutama kaitannya dengan konsep PHT pada tanaman padi.

Adapun evaluasi konsep PHT dilakukan karena pada dasarnya konsep PHT sudah diterbitkan peraturan perundang-undangan sejak tahun 1985, namun saat ini konsep PHT tersebut seperti hilang dari petani terutama petani padi.

Apabila konsep diterapkan, terdapat keuntungan yang sangat berguna bagi petani, konsumen, dan ekosistem alam.

Secara umum penerapan konsep PHT dapat melindungi konsumen dari residu pestisida yang berlebihan, menguntungkan secara ekonomi, dan ramah lingkungan.

Komisi Kemahasiswaan dan Disiplin, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB sekaligus pakar Klinik Tanaman, Bonjok Istiaji, SP, M.Si mengatakan, melalui kegiatan ekspedisi padi ini mahasiswa dapat belajar langsung pada praktisi pertanian, yakni petani.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga dapat berkontribusi nyata bagi petani dan bisa menjadi teman baik bagi petani selama liburan nanti.

“Harapannya mahasiswa tidak terkungkung dengan aktivitas perkuliahan saja, melainkan dapat menumbuhkan rasa empati yang lebih kepada petani,” imbuhnya. (*)

Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved