Sudah Beri Surat Tilang, Oknum Polisi di Bogor Selatan Ajak 'Damai' Pelanggar Lalin

Namun karena uang yang dimiliki KD tidak sesuai dengan permintaannya, motor KD langsung dibawa ke Mapolsek Bogor Selatan.

Sudah Beri Surat Tilang, Oknum Polisi di Bogor Selatan Ajak 'Damai' Pelanggar Lalin
Tribunnews.com
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Seorang pemuda yang sedang melintas di Jalan Pahlawan, Bogor Selatan, Kota Bogor diduga mengalami pengutan liar yang diduga dilakukan oleh oknum polisi di wilayah Bogor Selatan

KD (19) merasa mengalami kejadian yang menurutnya aneh saat ditilang oleh pihak kepolisian di Kota Bogor.

Ketika itu KD yang sedang melintas di Jalan Pahlawan, Kecamatan Bogor Selatan menggunakan motor Kawasaki KLX tiba-tiba diberhentikan oleh pihak kepolisian.

Dari penuturan KD ketika itu Ia lupa membawa STNK motor.

"Iya tadi ketilang sama polisi di BNR, Stnk enggak ada, STNK di kakak saya, saya bilang ada SIM kalau mau ditilang," katanya.

Namun tiba-tiba petugas kepolisian pun membawa KD ke depan sebuah mini market.

"Terus nulis surat tilang kaya ditahan tahan gitu, pas mau ngasih dia baru nanya mau diselesain disini atau di kantor, kalau di kantor mahal katanya, tapi saya punya duit cuma 50rb," katanya.

Namun karena uang yang dimiliki KD tidak sesuai dengan permintaannya, motor KD langsung dibawa ke Mapolsek Bogor Selatan.

Saat dikonfirmaai terkait dugaan peristiwa pengutan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi di kawasan Bogor Selatan Kasatlantas Polresta Bogor Kota Kompol Bramastyo Priadji menuturkan bahwa tidak ada anggota Satlantas Polresta Bogor Kota yang bernama R.

"Kebetulan di Satlantas juga tidak ada anggota kami yang namanya Richard, kalau mau tau kejadian sebenarnya mungkin kalau ditilangnya disekitar BNR, bisa ketemu dengan Kapolsek Bogor Selatan," katanya saat dikonfirmasi

Dengan demikian kata Bram bisa diketahui peristiwa sebenarnya seperti apa.

Namun meski demikian Bram menuturkan bahwa jika diterapkan sanksi tilang elektronik dan pelanggar tidak memiliki ATM maka pelanggar bisa menitipkan kepetugas untuk pembayaran ke BRI

"Kalau untuk bayar si pelanggar tidak punya ATM BRI, biasanya pelanggar memang nitip ke petugas untuk pembayaran ke BRI tersebut," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved