Dinkes Ambil Sampel Makanan Diduga Penyebab Keracunan Belasan Pelajar di Bekasi

hasil uji laboratorium sampel makanan dan muntahan tersebut memerlukan waktu sekitar satu pekan

Editor: Damanhuri
Warta Kota/Muhammad Azzam
Sebanyak 15 siswa SDN 02 dan 03 Tanjungbaru, Cikarang Timur, Bekasi keracunan jajanan mi spageti, 9 di antaranya masih dirawat di RS, Selasa (14/8/2018). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIKARANG TIMUR - Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi telah mengambil sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan sejumlah pelajar SD Negeri 02 dan 03 Tanjung Baru, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Senin (13/8/2018) kemarin.

Supriyadi Nata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Bekasi mengatakan, pengambilan sampel berupa mie spaghetti dan muntahan para siswa yang diduga mengalami keracunan.

Dia menambahkan, hasil uji laboratorium sampel makanan dan muntahan tersebut memerlukan waktu sekitar satu pekan untuk mengetahui kandungan zat pada makanan tersebut.

Supriyadi melanjutkan, saat ini sebagian siswa yang diduga mengalami keracunan sudah mendapatkan perawatan medis. Sebagain kata dia sudah mulai dipulangkan dari rumah sakit dan mendapatkan rawat jalan.

Sejumlah siswa diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi makanan dilarikan ke Rumah Sakit Annisa Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Sejumlah siswa diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi makanan dilarikan ke Rumah Sakit Annisa Cikarang, Kabupaten Bekasi. (ISTIMEWA)

"Ada sekitar sembilan siswa, sebagian sudah pulang untuk dirawat jalan, namun ada juga yang masih dirawat," katanya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah siswa SD Negeri 02 dan 03 Tanjung Baru, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, diduga mengalami keracunan.

Para siswa mengeluh mual dan pusing setelah mengkonsumsi jajanan mie spaghetti yang dijajakan di depan sekolah seharga Rp 2 ribu.

(TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar)

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved