Breaking News:

Tiga Tokoh Asal Bogor Ini Diajukan Jadi Pahlawan Nasional

Hal itu dilakukan agar dapat menanggulangi apatisme yang menjangkiti masyarakat bahkan anak muda yang umumnya kurang mengenal para pahlawannya.

TribunnewsBogor.com/Afdhalul Ikhsan
Ketua Gerakan Cinta Pahlawan (GCP) Budhy Setiawan 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Afdhalul Ikhsan

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Gerakan Cinta Pahlawan (GCP) akan mengusulkan beberapa pahlawan yang ada di Bogor dan Cianjur untuk menjadi Pahlawan Nasional.

Hal itu dilakukan agar dapat menanggulangi apatisme yang menjangkiti masyarakat bahkan anak muda yang umumnya kurang mengenal para pahlawannya.

Terlebih slogan yang selalu kita dengar 'Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya'. Namun, kenyataannya masyarakat kita hanya mengenalnya lewat nama-nama jalan.

Ketua Gerakan Cinta Pahlawan (GCP) Budhy Setiawan mengatakan GCP ingin menyebarluaskan riwayat perjuangan pahlawan dengan upaya menjadikan pahlawan dari Bogor dan Cianjur sebagai inspirasi pembangunan bangsa.

Kemudian bekerja sama dengan berbagai pihak agar pahlawan lokal seperti KH Sholeh Iskandar, KH Abdullah Bin Nuh dan Ipik Gandamana memperoleh gelar pahlawan nasional dari pemerintah.

"Iya, hasil dari diskusi ini kita mencoba membuat sebuah gerakan cinta pahlawan dan hasilnya kita menginginkan pahlawan yang sudah diusulkan agar bisa segera untuk menggoal kan gelar pahlawan nasional kepada tiga pahlawan Bogor dan Cianjur karena kita tahu Cianjur adalah bagian kesatuan dari Bogor jaman dulu " katanya kepada TribunnewsBogor.com saat ditemui usai diskusi di restoran Gumati Paledang Bogor.

Meski begitu kata dia, agar diperhitungkan bagi goalnya gelar pahlawan ini, perlu adanya penggalian data, saksi yang bisa dipertanggungjawabkan dan dukungan dari masyarakat.

"Perlu juga adanya dukungan dari beberapa lapisan masyarakat agar syaratnya terpenuhi seperti penggalian data, saksi persoalannya adalah sering kali dukungan masyarakat yang terbatas, maka lewat gerakan ini akan kita wujudkan," paparnya.

Sampai saat ini, pihaknya sudah bekerjasama dengan beberapa kampus untuk menggali data-data pahlawan tersebut.

Diacara diskusi itu pihaknya juga menghadirkan Sejarawan Edi Sudarjat, sebagai penulis buku Bogor Masa Revolusi (1945-1950) Sholeh Iskandar dan Batalyon O Siliwangi, sebanyak 100 orang turut hadir menyimak paparan mengenai riwayat perjuangan KH Sholeh Iskandar.

Penulis: Afdhalul Ikhsan
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved