Asian Games 2018
Konsep Opening Asian Games 2018 Dinyinyiri, Wishnutama: Bongkar Panggung Saja Harus 60 Jam
Wishnutama selaku creative director membongkar bagaimana beratnya perjuangannya dan tim, bahkan untuk bongkar panggung saja harus dalam waktu 60 jam
Penulis: Uyun | Editor: Damanhuri
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pertunjukan Opening Ceremony Asian Games 2018 yang memukau jutaan pasang matasudah berakhir pada Sabtu (18/8/2018).
Acara Opening Ceremony Asian Games 2018 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta berlangsung meriah dan sukses.
Sayangnya, masih ada saja orang yang nyinyir perihal konsep Opening Ceremony Asian Games 2018.
"Loh jadi itu bukan gunung beneran? Pembohongan publik! Harusnya di layar tv diberi tulisan "gunung dan alam sekitarnya hanya rekayasa oleh profesional"," tulis akun @amdmw menjawab pertanyaan sutradara Monty Tiwa.
Lalu ada pula warganet yang menyebut bahwa konsep yang dibawakan di Opening Ceremony Asian Games ini bisa comot dari yang sudah-sudah.
Wishnutama, selaku creative director pun menjawab cuitan warganet ini malah dengan permintaan maaf.
• Tumbangkan Kores Selatan, Della/Rizki Pastikan Indonesia ke Semifinal Asian Games 2018
• Raisa Hamil Anak Pertama dan Hamish Daud Akan Jadi Ayah, Netizen Sebut Bayinya Calon Bibit Unggul
Namun usai itu, Wishnutama membongkar bagaimana beratnya perjuangannya dan tim, bahkan untuk bongkar panggung saja harus dalam waktu 60 jam.
Bisa kebayang kan bagaimana rumit dan besarnya panggung tersebut, sampai-sampai pembongkarannya saja butuh waktu 60 jam?
Waktu 60 jam ini saja sudah dipatok oleh pihak Inasgoc pasalnya lapangan harus digunakan lagi untuk lapangan atletik.
"Pada saat banyak orang memposting gambar2 indah panggung ini semalam,
justru kami harus kerja keras membongkar panggung yg luar biasa menopang acara semalam dalam waktu 60 jam untuk kembali dijadikan lapangan atletik.
Terima kasih sudah menjadi bagian penting dari acara semalam. Bye bye gunung
#openingceremonyasiangames2018 #asiangames2018," tulis Wishnutama, Minggu (19/8/2018).
Seperti diketahui, gunung besar serta pepohonan tinggi menjadi panggung utama yang dipakai dalam perhelatan tersebut menjadi pusat perhatian.
Informasi yang dirangkum TribunnewsBogor.com dari berbagai sumber, gunung tersebut setinggi sekitar 27 meter, lebar 30 meter dan panjang 130 meter.
Gunung tersebut dikerjakan oleh seniman asal Bandung dan Jakarta, terutama oleh komunitas seni Urang Bandung.
Gunung tersebut dikerjakan oleh 350 seniman.
Di panggung gunung tersebut juga terdapat air terjun asli setinggi sekitar 17 meter dari tanah.
Lebar air terjun tersebut sekitar 12 meter dan beban air sampai 60 ton.
Di puncak gunung terdapat kawah yang mengeluarkan api saat mantan atlet bulutangkis legendaris, Susi Susanti menyulutkan Api Obor Asian Games 2018.
• Asian Games 2018 - Cabang Angkat Besi Indonesia Sumbangkan Medali Perak
Lantas, mengapa memakai gunung sebagai setting panggung utama dalam Opening Ceremony Asian Games 2018 ?
Sang creative director, Wishnutama beralasan konsep tersebut muncul karena adanya keterbatasan.
Hal itu didasarkan atap di SUGBK tidak bisa menahan beban properti terlalu banyak.
Untuk itu, harus dibuat sebuah objek yang besar agar bisa menjangkau pencahayaan yang berada di atap SUGBK.
Panggung gunung tersebut juga menggambarkan kekayaan alam indonesia dengan menampilkan seperti segala macam tumbuhan dan bunga-bunga di Indonesia.
“Ide gunung itu dibuat karena keterbatasan Stadion GBK yang dibangun tahun 1962, atapnya itu tidak mampu untuk mehanan lampu, berbeda dengan Stadion masa kini yang bisa menampung lebih dari 100 ton, jadi semua properti digantung di atas. Karena kita tidak bisa melakukan itu, akhirnya kita buat objek lebih dekat. Kita naikin objeknya, baru lah dari situ muncul ide gunung,” ungkap Wishnutama dalam konferensi pers seusai pembukaan di ruang Main Press Center, GBK, Jakarta, Sabtu (18/8/2018) malam.
“Nah dari situ kita buat sistem tambahan di belakang gunung, seperti bulan dan garuda,” sambungnya.
• Tampil All Out, Atlet Angkat Besi Sri Wahyuni Raih Medali Perak
Wishnutama selaku creative director rupanya sudah sejak 1,5 tahun yang lalu dibooking untuk mendesain dan menggarap pembukaan Asian Games 2018 hingga berlangsung sukses seperti Sabtu malam.
"Butuhkan waktu 1,5 tahun untuk mempersiapkan ini. Kami bekerja keras setiap hari untuk menyiapkan upacara pembukaan," ungkap Wishnutama seperti dikutip dari Wartakota yang dikenal sebagai CEO dan Pendiri NET TV itu.
Ketika ditanya deg-degan, Wishnutama ternyata sudah tak memikirkan perasaan was-was tersebut.
"Kalau ditanya deg-degan, udah gak sempat memikirkan," tutur Wishnutama seperti yang dikutip dari Youtube Tonightshow.
Pasalnya, hampir setiap hari selama waktu 1,5 tahun tersebut, banyak sekali hal-hal yang dikerjakan.
Ia hanya memikirkan caranya agar pertunjukan ini bisa berlangsung lancar dan sukses.
Ia sudah tak memikirkan rasa deg-degan dan kekhawatiran apakah Opening Ceremony yang digarapnya selama 1,5 tahun ini kana berlangsung sukses atau tidak.
Seperti diketahui juga, ribuan orang berpartisipasi dalam acara akbar Opening Ceremony Asian Games 2018 tersebut, mulai dari penari hingga artis ternama Tanah Air.
Mulai dari nominator tiga kali Grammy Award, Joey Alexander dan artis kelas internasional, Anggun serta terdapat juga Via Vallen, Raisa, Ariel, Tulus, Kamasean, Fatin, GAC, Putri Ayu, Rian D’Masiv, Cakra Khan, Sheryl Sheinafia, Rossa, Wizzy, Rinni Wulandari, Edo Kondologit, dan Maruli Tampubolon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/opening-ceremony-asian-games-2018-dan-wishnutama-selaku-creative-director_20180820_183209.jpg)