Pileg Kota Bogor 2018

KPU Terima Aduan Warga Terkait Adanya Bacaleg Kota Bogor yang Pernah Terlibat Korupsi

Seperti diketahui, sejak ditetapkannya DCS, KPU Kota Bogor membuka aduan atau tanggapan dari masyarakat mengenai bacaleg.

TribunnewsBogor.com/Afdhalul Ikhsan
petugas KPU Kota Bogor tengah sibuk melakukan verifikasi kelengkapan data bakal caleg 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Afdhalul Ikhsan

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - KPU Kota Bogor telah merilis daftar caleg sementara (DCS) yang memuat nama-nama bacaleg Kota Bogor.

Namun hanya ada dua aduan dari masyarakat terkait kasus tindak pidana korupsi bacaleg.

Seperti diketahui, sejak ditetapkannya DCS, KPU Kota Bogor membuka aduan atau tanggapan dari masyarakat mengenai bacaleg.

Penutupan aduan masyarakat itu akan ditutup pada Selasa (21/8/2018) malam nanti.

"Baru ada dua aduan dari masyarakat Kota Bogor terhadap bacaleg yaitu mengenai mantan tindak pidana korupsi" kata Ketua KPU Kota Bogor, Undang Suryatna kepada TribunnewsBogor.com saat dihubungi.

Sayangnya lanjut Undang, aduan itu tidak mencantumkan nama atau sumber.

"Aduannya ada dua tapi nama sama sumber gak dicantumkan," ujarnya.

Padahal kata dia, KPU Kota Bogor akan menutupi identitas pelapor dari masyarakat.

"Jangankan jenis kelamin pelapor namanya aja gak ditulis padahal kita sudah pernah bilang akan menutup identitas pelapor itu," ungkapnya.

Undang menyebut bahwa dua aduan itu mengenai kasus tindak pidana korupsi.

"Jadi dua laporan dari masyarakat ini mengenai mantan tindak pindana korupsi, di dalamnya tertulis ada bacaleg yang pernah terpidana korupsi. Karena tidak dicantumkan namanya jadi gak bisa kita proses," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa laporan itu berbentuk keterangan tertulis ke KPU Kota Bogor.

"Iya surat tertulis disebutkan bahwa yang ngelapor itu dia tulis atas nama warga Bogor terus satu lagi atas nama aliansi tapi mereka gak tulis alamatnya kita juga kesulitan akhirnya," keluhnya.

Saat ditanya mengenai apakah ada kecenderungan masyarakat yang apatis terhadap politik, Undang mengaku masyarakat masih kesulitan mengenal bacalegnya.

"Ya dari jumlah warga Kota Bogor yang ngelapor hanya dua orang bayangin aja. Tapi kalau dilihat apakah cenderung tidak peduli ke politik, gak juga. Masyarakat hanya tidak begitu mengenal para bacaleg, kemudian masih takut untuk lapor," ungkapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved