Gempa di Lombok

Soal Anggapan Bencana Gempa di NTB Adalah Azab, Mahfud MD Beri Jawaban Menurut Al Quran

Mahfud MD memberikan jawabannya soal anggapan bahwa bencana gempa di NTB adalah Azab.

Soal Anggapan Bencana Gempa di NTB Adalah Azab, Mahfud MD Beri Jawaban Menurut Al Quran
Instagram/Youtube
Komentar Mahfud MD soal bencana gempa 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Gempa di Lombok telah terjadi sebanyak 1.005 gempa susulan yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan bahwa jumlah tersebut terbagi ke dalam dua periode.

Sejak gempa bermagnitudo 6,4 yang terjadi pada 29 Juli 2018 hingga yang bermagnitudo 6,9 pada 19 Agustus 2018, terdapat 825 kali gempa.

"(Gempa bermagnitudo 6,9) kemudian diikuti dengan gempa susulan sampai dengan hari ini tadi sampai pukul 10.00 WIB, 180 gempa susulan," tutur Sutopo di Graha BNPB, Selasa (21/8/2018).

"Ini adalah gempa-gempa kembar, doublet out good namanya," lanjut dia.

Menurut Sutopo, gempa-gempa susulan tersebut memperlambat proses penanganan dan menyebabkan masyarakat semakin trauma.

"Penanganan yang harusnya sudah bisa dipercepat dengan perbaikan rumah terpaksa harus mundur. Kemudian, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi juga bertambah," jelasnya.

Selanjutnya, Sutopo memprediksi bahwa gempa susulan tersebut masih akan terus terjadi.

Per Selasa (21/8/2018), rentetan gempa yang mengguncang Lombok sejak 29 Juli 2018 telah mengakibatkan 515 korban meninggal dunia dan 7.145 orang luka-luka.

Rentetan bencana gempa yang terus menerus mengguncang Lombok pun menimbulkan banyak spekulasi dari publik.

Jan Ethes Didoakan Berjodoh dengan Anak Raisa, Anak Jokowi Beri Reaksi Begini

Halaman
123
Penulis: khairunnisa
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved