Breaking News:

Asian Games 2018

Ini Kata Susy Susanti Usai Laga Bulu Tangkis Tim Putra dan Putri Indonesia Bertarung di Asian Games

Baik tim putra maupun tim putri Indonesia, sama-sama dihentikan oleh unggulan pertama yang kemudian keluar sebagai jawara.

ANTARA FOTO/INASGOC/NAFIELAH MAHMUDAH
Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Greysia Polii (kiri) dan Apriyani Rahayu (kanan) berupaya mengembalikan kok ke arah lawannya pebulu tangkis ganda putri Hong Kong Tsz Yau Ng dan Sing Ying Yuen, pada pertandingan babak penyisihan grup beregu putri Asian Games XVIII, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (19/8/2018). (ANTARA FOTO/INASGOC/NAFIELAH MAHMUDAH) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Tim putra dan putri Indonesia yang sudah bertanding di ajang beregu Asian Games 2018.

Tim putra meraih medali perak setelah dikalahkan Jepang dengan skor 1-3.

Sedangkan tim putri dapat perunggu usai dihentikan Jepang dengan skor 1-3.

Baik tim putra maupun tim putri Indonesia, sama-sama dihentikan oleh unggulan pertama yang kemudian keluar sebagai jawara.

Dalam laga beregu putra yang disaksikan langsung oleh orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo, Anthony Sinisuka Ginting cs berjuang sampai titik darah penghabisan.

"Hasil tim putri sesuai target, bahkan melebihi kalau dilihat kami unggulan kelima dan bisa mengalahkan Korea. Anak-anak sudah berjuang," ujar Susy.

"Untuk tim putra, memang setelah masuk final, kami berharap bisa dapat yang tertinggi, ini kesempatan. Tapi saya melihat perjuangan atlet-atlet ini luar biasa sekali, meskipun akhirnya mereka harus mengakui keunggulan tim Tiongkok. Saya salut dan berterima kasih untuk perjuangan mereka, tetapi mungkin keberuntungan belum berpihak pada kami. Ini jadi penyemangat buat kami menuju nomor perorangan," beber Susy.

"Apa yang sudah dilakukan Buat saya, ini menjadi modal bagi para atlet di nomor perorangan. Mereka menunjukan semangat yang luar biasa, perjuangan yang betul-betul all out dan hasilnya banyak yang bagus, ada progresnya, khususnya untuk tunggal. Kalau di ganda, Kevin/Marcus sudah kembali seperti semula. Kepercayaan diri, keberanian dan permainan. Fajar/Rian, bukannya tidak baik, tapi ketenangan juga diperlukan, pengalaman juga," jelas Susy.

Meskipun demikian, Susy tetap akan melakukan evaluasi menyeluruh pada penampilan tim bulutangkis.

Disebut Susy, faktor ketenangan dan konsentrasi di saat-saat kritis menjadi salah satu hal yang mesti bisa diatasi para pemain.  

"Di partai pertama, kami berharap saat 20-18 Anthony bisa menang. Sebetulnya kesempatan ada, saat poin kritis, Anthony terburu-buru. Di game ketiga saat reli, ada beberapa gerakan dan ada faktor kelelahan yang cukup merugikan. Sampai perjuangan terakhir, saat kram pun Anthony masih bertahan, ini yang mesti kita apresiasi. Mudah-mudahan ke depannya bukan hanya lebih baik, di saat kritis harus lebih tenang dan bisa memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya," jelas Susy.

Editor: Damanhuri
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved