Breaking News:

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Dalami Meninggalnya Siswa SD Diduga Usai Imunisasi DPT

Pihaknya perlu menelusuri apakah siswi kelas 6 SD ini memliki punya penyakit lain yang menyebabkan dia tewas.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Net
Ilustrasi imunisasi 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIGOMBONG - Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor kini tengah menulusuri kasus siswi SD di SDN Cipetir 01, Cigombong yang meninggal usai diduga menjalani imunisasi Difteri, Pertasus dan Tetanus (DPT).

"Kita dari Dinas Kesehatan, di lapangan mencoba menelusuri, diagnosa seperti apa, awal kejadian bagaimana," kata Sekretaris Dinas Kesehatan, Kabupaten Bogor, Erwin Suriana, Sabtu (25/8/2018).

Ia menjelaskan bahwa ia perlu menelusuri apakah siswi kelas 6 SD ini memliki punya penyakit lain yang menyebabkan dia tewas.

Sebab, lanjut dia, usai penyuntikan imunisasi DPT tersebut, anak-anak siswa yang lainnya justru tidak mengalami gangguan apa pun pada kesehatannya padahal disuntik dengan vaksin yang sama.

"Pertanyaannya apakah yang bersangkutan punya penyakit yang lain, itu perlu kita telusuri dulu, kita perlu lihat rekam medisnya dari anak tersebut," ujarnya.

Namun, kata dia, kini pihak keluarga korban masih dalam masa berkabung sehingga ia belum bisa lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Dari pihak keluarga kan sekarang masa berkabung, khawatir secara psikologis agak terganggu," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang siswi kelas 6 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cipetir 01, Indriyani (11), asal Kampung Cipetir, RT 04/03, Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, meninggal diduga usai menjalani imunisasi.

Menurut keterangan pihak keluarga, Indriyani meninggal sepekan setelah menjalani imunisasi DPT.

Namun sang ibu, Omah (40), mengaku pasrah dan menerima takdir yang menimpa putri satu-satunya itu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved