Breaking News:

Siswi SD Meninggal Usai Imunisasi DPT, Ini Kata Puskesmas Cigombong Bogor

Indriyani sebelum mengikuti imunisasi memang sakit, namun kemudian saat dilakukan imunisasi dia sudah sembuh dan masuk sekolah.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Puskesmas Cigombong 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIGOMBONG - Pihak Puskesmas meragukan kematian siswi SDN Cipetir 01, Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Indriyani (11), berhubungan dengan imunisasi DPT (Difteri, Pertusis dan Tetanus).

Kepala Puskesmas Cigombong, Sonny Budiman, mengatakan bahwa jika ada kekeliruan dalam imunisasi DPT pasti akan berdampak pada banyak siswa tidak hanya satu siswa.

"Kan ada sekitar 500-an yang disuntik, misalkan 50 persen lah kena dampak yang sama, itu baru bisa dipertanyakan vaksinnya," kata Sonny kepada TribunnewsBogor.com, Sabtu (25/8/2018).

Ia mengatakan bahwa Indriyani sebelum mengikuti imunisasi memang sakit, namun kemudian saat dilakukan imunisasi dia sudah sembuh dan masuk sekolah.

Usai divaksin Indriyani mengalami panas dan itu kata dia memang dampak sementara imunisasi.

"Setelah panas itu, dia masuk lagi kok sekolah biasa seminggu," kata Sonny.

Ia mengaku sudah menjalankan SOP sepenuhnya seperti siswa yang sakit tidak boleh menjalani imunisasi.

Bahkan imunisasi program pemerintah itu dilakukan tanpa adanya paksaan.

"Kita sudah sesuai dengan prosedur. Saya agak ragu kalau itu dikaitkan dengan vaksin. Tapi saya belum bisa beri keterangan lebih lanjut karena ini sedang ditangani oleh dinas kesehatan," kata Sonny.

Diberitakan sebelumnya, Seorang siswi kelas 6 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cipetir 01, Indriyani (11), asal Kampung Cipetir, RT 04/03, Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, meninggal usai menjalani imunisasi DPT.

Menurut sang ibu, Omah (40), anaknya itu, meninggal seminggu setelah menjalani imunisasi.

Selain itu, ia menuturkan bahwa saat hendak disuntik vaksin DPT, anaknya itu sedang menderita sakit panas dingin.

Namun ia menerima kematian anak satu-satunya itu dengan ikhlas.

"Ini mah gak apa-apa udah nasib aja gitu. Ini mah gak banyak bicara lah, gak mau, kalau sodara bilang juga, jangan, jangan didenger katanya," ungkap Omah.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved