Breaking News:

IPB dan PT. RNI Teken Kerjasama Tingkatkan Daya Saing Industri Gula di Era Industri 4.0

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian telah menyiapkan sebuah roadmap (peta jalan) yang disebut sebagai Making Indonesia 4.0.

Humas IPB
IPB bekerja sama dengan PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Persero menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Daya Saing Industri Gula di Era Industri 4.0” di Hotel Salak The Heritage, Bogor (23/8/2018) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerja sama dengan PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Persero menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Daya Saing Industri Gula di Era Industri 4.0” di Hotel Salak The Heritage, Bogor (23/8/2018).

Seminar ini menghadirkan Staf Khusus Kantor Staf Presiden RI, Avanti Fontana sebagai keynote speaker.

Selain itu hadir juga tiga pembicara lainnya yaitu Rektor IPB, Dr. Arif Satria, Direktur Utama PT RNI, B. Didik Prasetyo dan Staf Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi yang juga merupakan Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ahmad Erani Yustika. Seminar ini dihadiri oleh para direktur anak perusahaan PT. RNI (Persero), para direktur BUMN terkait, dosen, Himpunan Alumni IPB, mahasiswa dan para praktisi.

Dalam kesempatan ini, Avanti menyampaikan tentang revolusi industri 4.0 yang pada satu sisi merupakan peluang untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing, tetapi di sisi lain adalah tantangan besar karena tidak semua industri siap menghadapi perubahan besar tersebut.

Hal yang sama terjadi pada produktivitas gula di Indonesia dimana problematika industri gula di Indonesia pada kenyataannya cukup kompleks.

Selama beberapa dekade terakhir, produktivitas gula di Indonesia seperti jalan di tempat karena tidak mengalami peningkatan yang signifikan.

“Permasalahan tersebut tidak hanya pada tataran on-farm tetapi juga off-farm. Selain itu karena adanya dualisme komoditas atau pasar dan tata niaga yang tidak efisien. Dampaknya, tingkat efisiensi dan produktivitas industri gula rendah dan tidak kompetitif. Ditambah lagi permasalahan impor, ketersediaan stok dan hal lainnya berkaitan dengan regulasi yang dianggap masih belum efektif dan efisien. Berbagai hal tersebut menjadi permasalahan serius yang dapat mempengaruhi daya saing industri gula nasional,” tuturnya.

Di sisi lain, perkembangan industri dunia saat ini telah bergeser ke era industri 4.0. Era industri ini ditandai dengan perubahan yang sangat pesat di era digital.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian telah menyiapkan sebuah roadmap (peta jalan) yang disebut sebagai Making Indonesia 4.0.

Peta jalan tersebut disusun dalam rangka implementasi sejumlah strategi memasuki era Industri 4.0.

Terdapat lima sektor utama yang difokuskan untuk penerapan awal teknologi dalam menghadapi era tersebut, salah satu diantaranya yaitu sektor makanan dan minuman, dimana industri gula masuk di dalamnya.

Strategi implementasi yang disusun untuk sektor makanan dan minuman diintegrasikan dengan pemanfaatan teknologi canggih yang merupakan ciri utama dari era industri 4.0.

Halaman
123
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved