Breaking News:

Asian Games 2018

Kalahkan Zohri di Final, Sprinter China: Medali Emas Ini Untuk Anak Saya yang Baru Lahir

Hal tersebut membuat manusia tercepat di Asia setelah memecahkan rekor nomor lari 100 m putra dengan raihan waktu 9,91 detik.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Sprinter China bernomor punggung 211, Lalu Muhammad Zohri bernomor punggung 400 saat final lari 100 meter 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sprinter andalan utama China, Su Bingtian, memiliki kisah unik nan mengharukan di balik keikutsertaan dirinya di Asian Games 2018.

Su Bingtian berhasil menyabet medali emas pada cabang atletik nomor lari 100 m putra setelah finis terdepan dengan torehan 9,92 detik pada lomba yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (26/8/2018).

Ia pun berhasil mengalahkan 6 atlet dari berbagai dunia di babak final, termasuk wakil Indonesia Lalu Muhammad Zohri.

Seusai perlombaan, Su Bingtian mengaku bahwa sebenarnya ia sudah berencana pensiun sebelum mengikuti Asian Games 2018.

Namun, sprinter berusia 28 tahun itu memiliki satu motivasi yang membuatnya ingin kembali membuktikan diri di Asian Games 2018.

Motivasi tersebut datang dari anaknya yang baru lahir pada Juli 2018.

Hal tersebut membuat manusia tercepat di Asia setelah memecahkan rekor nomor lari 100 m putra dengan raihan waktu 9,91 detik pada ajang IAAF Meeting Madrid 2018 itu ingin tampil di Asian Games 2018.

Perbandingan Bonus Peraih Emas di Asian Games 2018 dari Berbagai Negara, Indonesia Tertinggi Nomor 3

Live Streaming Semifinal Bulutangkis Asian Games 2018, Marcus/Kevin Ditunggu Fajar/Rian di Final

Setelah tidak sempat mendampingi sang istri, Lin Yanfang, saat melahirkan si buah hati karena fokus mengikuti kejuaraan di Eropa, Su Bingtian juga sudah harus pergi mengikuti training camp jelang Asian Games 2018 saat anaknya masih berusia 2 minggu.

Su Bingtian mengaku termotivasi untuk mengikuti dan meraih medali emas di ajang Asian Games 2018 ini sebagai kado bagi sang anak yang baru lahir sebelum dia pensiun.

"Saya ingin mempersembahkan keberhasilan ini kepada anak saya yang baru lahir. Medali emas ini juga menjadi simbol dari perjuangan hidup yang ingin saya tularkan kepada anak," ucap Su Bingtian dalam jumpa pers seusai laga.

Sprinter Su Bingtian (yang pegang medali) saat berfoto bersaa para jurnalis dari China
Sprinter Su Bingtian (yang pegang medali) saat berfoto bersaa para jurnalis dari China (VERDI HENDRAWAN/BOLASPORT.COM)

Pada perlombaan tersebut, Indonesia yang diwakili oleh Lalu Muhammad Zohri hanya mampu finis di peringkat ke-7 dari total 8 sprinter yang turun di final.

Sedangkan medali perak dan perunggu masing-masing berhasil diraih oleh Tosin Ogunode (Qatar) dan Ryata Yamagata (Jepang).

Artikel ini tayang di Bolasport.com -- Kisah Mengharukan di Balik Kesuksesan Manusia Tercepat Asia pada Asian Games 2018
By Verdi Hendrawan

Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved