Breaking News:

Pemilu 2019 - KPU: Momentum Masyarakat Mendewasakan Diri

Untuk itu, dia meminta semua pihak untuk mendewasakan diri hidup dalam perbedaan politik secara damai dan wajar.

Kompas.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN
Sejumlah warga tampak berjalan kaki dengan spanduk sembari memakai kaus dan kaus #2019GantiPresiden di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (29/4/2018). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan, meminta semua pihak menjadikan pemilihan umum (pemilu) 2019 sebagai momentum untuk masyarakat mendewasakan diri dalam berpolitik.

"Momentum politik pada 2019 Momentum politik pada 2019 terutama di tahun-tahun sebelumnya ini, menjadi momentum bagi kita untuk masyarakat mendewasakan politik. terutama di tahun-tahun sebelumnya ini, menjadi momentum bagi kita untuk masyarakat mendewasakan politik. Biasakan hidup dalam perbedaan politik. Hakikat kita memang berbeda-beda," ujar Wahyu, Senin (27/8/2018).

Untuk itu, dia meminta semua pihak untuk mendewasakan diri hidup dalam perbedaan politik secara damai dan wajar.

Apalagi, kata dia, pada saat ini, tidak mungkin kebebasan berekspresi kebebasan berpandangan politik, kebebasan menyampaikan pendapat dibatasi.

"Kan tidak mungkin, zaman berubah. Zaman sudah seperti ini. Tetapi, semua pihak yang akan menyampaikan pandangan politik, eskpresi politik, sikap sikap politik, harus secara dewasa. dan harus mematuhi ketentuan hukum yang berlaku," katanya.

Sebelumnya, gerakan #2019GantiPresiden mendapat penolakan. Gerakan itu juga sempat dilarang digelar oleh kepolisian.

Salah satunya, ratusan massa yang menolak acara Deklarasi Ganti Presiden 2019 di Surabaya, Jawa Timur, sampai turun ke jalan pada Minggu pagi. Mereka mengepung Hotel Majapahit Surabaya di Jalan Tunjungan tempat Ahmad Dhani menginap.

Pun demikian Neno Warisman mengalami insiden penolakan di Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/8/2018).

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved