Asian Games 2018

Dapat Pijitan Spesial Dari Pelatih Bulutangkis Indonesia, Menpora : Jos Tenan Pijitannya

Menpora pun mencoba pijitan sang pelatih yang telah berhasil membawa pasangan ganda putra All Indonesia lolos dibabak final bulutangkis Asian Games

Penulis: Damanhuri | Editor: Damanhuri
Instagram
Menpora Imam Nahrawi sedang dipijit pelatih bulutangkis ganda putra Indonesia Herry IP 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) mendapatkan pijitan spesial dari pelatih bulutangkis Indonesia, Herry IP yang anak didiknya penyumbangkan medali emas dan perak untuk Indonesia diajang Asian Games 2018.

Herry IP diketahui merupakan seorang pelatih bulutangkis ganda putra Indonesia yang anak didiknya bertarung di Asian Games 2018.

Menpora pun mencoba pijitan sang pelatih yang telah berhasil membawa pasangan ganda putra All Indonesia lolos dibabak final bulutangkis Asian Games 2018.

Imam Nahrowi pun mengunggah gambar visual ketika ia sedang dipijit oleh Herry IP melaui akun instagram pribadinya yang terverifikasi.

Menpora tampak membaringkan badannya menhadap kelantai.

Dibelakangnya, sang pelatih Herry IP terlihat memijit bagian punggung menpora.

Disampingnya terlihat sejumlah atlet yang juga sedang dipijat oleh tim.

Menurut Menpora, pijatan sang pelatih yang telah mencetak pebulutangkis penyumbang medali untuk Indonesia di ajang Asian Games 2018 ini sangat jos.

Hal itu ia ungkapkan lewat akun instagramnya @nahrawi_imam

"Jos tenan pijitannya Coach Koh @herry_ip , kira2 1 jam brp ya? Benar2 serasa dengan peraih medali emas, perak, perunggu jagoan-jagoan Badminton kita. Makasih Coach telah melahirkan pemain-pemain dunia yang keren, ganteng dan imut-imut. -IN," tulis caption @nahrawi_imam pada Selasa (28/8/2018)

Seperti diketahui, Indonesia meloloskan dua wakil ganda putra pada babak final cabang olahraga bulu tangkis kategori perorangan Asian Games 2018, Senin (27/8/2018).

Dua pasangan ganda Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo akan bertemu pada babak final, Selasa (28/8/2018).

Fajar/Rian lolos usai mengalahkan wakil China, Li Junhui/Liu Yuchen, dengan skor 21-14, 19-21, 21-13.

Adapun Marcus/Kevin menang atas ganda putra Taiwan Lee Jhe-huei/Lee Yang dengan skor akhir 21-15, 20-22, dan 21-12.

Pelatih tim ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, mengucapkan terima kasih kepada anak-anak didiknya tersebut.

“Saya mau bilang terima kasih untuk Fajar/Rian dan Marcus/Kevin. Mereka sudah kasih hadiah ulang tahun untuk saya. Apalagi kita sudah cukup lama tidak punya all Indonesian final,” kata Herry pada konferensi pers usai pertandingan seperti dikutip BolaSport.com.

Ucapan Herry tersebut langsung disambut tepuk tangan dan sorakan wartawan yang hadir meliput.

Sebab, laga final sesama Indonesia ini merupakan yang pertama pada nomor ganda putra kategori perorangan sejak Asian Games 1974.

Pada Asian Games 1974 di Teheran, Iran, juga terjadi all Indonesian final pada nomor ganda putra.

Kala itu, Indonesia diwakili oleh pasangan Tjun Tjun/Johan Wahyudi dan Christian Hadinata/Ade Chandra.

Tjun/Johan akhirnya meraih medali emas usai mengalahkan Christian/Ade dengan skor 15-9, 15-7.

Untuk laga final, Herry menyerahkan sepenuhnya taktik dan strategi permainan kepada Fajar/Rian dan Marcus/Kevin.

“Soal strategi dan pola permainan, silakan mereka sendiri saja yang putuskan. Kan mereka satu tim, pelatihnya sama. Saya tinggal nonton sambil minum kopi,” ucap Herry.

Nonton Sambil Ngopi

Laga pertandingan All Indonesian Final antara Kevin/Marcus dan Fajar/Rian di ganda putra bulu tangkis Asian Games 2018 .

Pertandingan ini sudah berlangsung di Istora Senayan sejak tadi pukul 14.30 hingga 16.00 WIB, Selasa (28/8/2018).

Hingga akhirnya final ini pun dimenangkan oleh pasangan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon dengan skor 13-21, 21-18 dan 24-22.

Ini merupakan kekalahan kedua Fajar/Rian dari Kevin/Marcus setelah bertemu di babak semifinal Indonesia Open 2018, Fajar/Rian kalah 13-21, 10-21.

Pertandingan final bulu tangkis ganda putra yang berlangsung rubber set ini membuat jantung deg-degan, tapi tidak dengan sang pelatih, Herry Iman Priengaldi atau Herry IP.

Herry IP dan Kevin/Marcus, Fajar/Rian
Herry IP dan Kevin/Marcus, Fajar/Rian (Instagram @herry_ip)

Sang pelatih justru santai menonton keempat anak didiknya dengan duduk di tribune penonton.

Seperti diketahui, Herry IP ini adalah pelatih untuk ganda putra Indonesia.

Sudah banyak pasangan ganda putra berprestasi yang dihasilkan dari tangan dingin Herry IP, seperti Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Ketika keempat anak didiknya ini sukses mencapai babak final, Herry IP pun memberikan komentar santai.

Bahkan sang pelatih berkomentar ia akan ngopi-ngopi di tribun menonton pertandingan.

"Kalau pertandingan sesama anak didik sendiri, saya nggak perlu komentar, saya nikmati saja pertandingan dari tribun sambil ngopi, ha ha ha. Setelah tanding baru ada evaluasi kelebihan kekurangan masing-masing. Kalau teknik dan strategi ya masing-masing saja, bagaimana memutuskan strategi di final, kan sama-sama satu tim, satu pelatih," sebut Herry seperti yang dilansir dari pbsi.

Rupanya, Herry IP membuktikan ucapannya.

Seorang netizen pemilik akun @putrategar2709 mengunggah foto Herry yang sedang duduk di kursi tribun.

Ketika keempat anak didiknya berjuang mati-matian, Herry justru tampak santai bahkan memasang senyum.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved