Breaking News:

Pilpres 2019

Politisi PDIP Minta KPU-Bawaslu Tegas Tertibkan Gerakan-gerakan Sebelum Kampanye Pilpres 2019

Menurut Masinton deklarasi gerakan-gerakan seperti itu seharusnya tidak diperbolehkan ketika sudah memasuki tahapan pemilu.

Ferdinand Waskita/Tribunnews.com
Masinton Pasaribu 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Fenomena deklarasi gerakan jelang Pilpres 2019 semakin marak akhir-akhir ini, seperti gerakan menggunakan tanda pagar #2019gantipresiden dan #jokowi2periode

Seperti deklarasi gerakan 2019 ganti presiden yang terjadi di Riau dan Surabaya pada akhir pekan lalu.

Banyak pihak kemudian menuntut penyelenggara pemilu yaitu KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) RI untuk bertindak tegas menertibkan gerakan-gerakan berbau dukungan atau penolakan kepada pasangan capres-cawapres.

Yang pertama dari anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu.

“Sebagai penyelenggara harus tegas, jangan menjelaskan dengan kata bersayap seperti politisi, sebagai penyelenggara harus tegas pada aturan,” terangnya dalam acara diskusi yang digelar Kaukus Muda Indonesia (KMI) dengan tema “Gerakan #2019 Ganti Presiden Upaya Inkonstitusional Mengganti Presiden” di Gedung Djoeang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/8/2018).

Sebelumnya Komisioner KPU menjelaskan bahwa deklarasi gerakan tersebut masih diperbolehkan asalkan tetap dalam koridor hukum.

Menurut Masinton deklarasi gerakan-gerakan seperti itu seharusnya tidak diperbolehkan ketika sudah memasuki tahapan pemilu.

“Kalau capres dan cawapres sudah mendaftar kan berarti sudah masuk tahapan pemilu, harusnya gerakan seperti itu dilarang, tunggu dulu sampai masa kampanye tiba,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan pengamat politik, hukum, dan keamanan Dewi Pringgodani yang secara tersirat mengatakan bahwa KPU tidak tegas dalam menerapkan aturan.

“Saya ingat betul KPU pernah jelaskan bahwa sebelum pendaftaran capres-cawapres maka gerakan seperti itu masih diperbolehkan, bila sudah daftar maka tidak boleh lagi,” ucapnya.

Halaman
12
Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved