Pura-pura Minta Sumbangan Untuk Bencana Gempa Lombok, Pria Ini Malah Berurusan Dengan Polisi

Mereka sebelumnya berpura-pura hendak meminta sumbangan untuk tragedi gempa Lombok.

Pura-pura Minta Sumbangan Untuk Bencana Gempa Lombok, Pria Ini Malah Berurusan Dengan Polisi
Tribunnews.com
Ilustrasi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Dua orang pencuri tertangkap basah saat menggasak dompet dan barang lainnya di perusahaan swasta di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (27/8/2018).

Mereka sebelumnya berpura-pura hendak meminta sumbangan untuk tragedi gempa Lombok.

Kapolsek Pasar Minggu Komisaris Harsono mengatakan, pada Senin (27/8/2018) malam pukul 22.00 WIB, keduanya awalnya datang untuk meminta sumbangan.

Namun, karena keadaan kantor yang sepi, mereka masuk begitu saja dan hendak mengambil dompet yang tergeletak di meja milik salah satu karyawan.

Namun, mereka malah berurusan dengan polisi lantaran ulah yang dilakukannya.

"Mereka tertangkap basah dan lari. Dikejar dan diteriaki sehingga orang kampung ikut mengejar," kata Komisaris Harsono, Selasa (28/8/2018).

Massa yang mengejar berhasil menangkap satu pelaku bernama Rohim (33), sementara satu orang lainnya berhasil kabur.

Pelaku kemudian diamankan di Pos RW 10 sebelum petugas dari Polsek Pasar Minggu datang ke lokasi.

Saat digeledah polisi tidak menemukan barang bukti apapun dari tangan pelaku terkecuali identitas diri dan sejumlah kartu edaran peduli Lombok.

Baca: Maling Sepatu Berkeliaran di Cirendeu Ciputat, Sudah Beraksi di Dua RT

"Enggak ada barang bukti yang diamanin. Barang-barang yang diambil atau dicuri pelaku berupa dompet, kunci sepeda motor dan barang tersebut berhasil dibawa lari teman pelaku," kata Komisaris Harsono.

Adapun permintaan sumbangan yang dilakukan pelaku adalah tidak resmi dan hanya memanfaatkan momentum bencana Lombok.

Pelaku mengaku, uang yang didapat dari hasil meminta sumbangan digunakan untuk keperluan pribadi.

Kapolsek meminta masyarakat waspada terhadap para peminta sumbangan yang tidak memiliki izin resmi yang kerap berkeliling meminta sumbangan.

"Saat ini kami masih kejar satu pelaku utama yang melarikan diri," kata Komisaris Harsono.

Editor: Damanhuri
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved