Terjerat Kasus Narkoba Putri Ratu Dangdut Elvy Sukaesih, Dhawiya Zaida Dituntut 2 Tahun Rehabilitasi

Mereka juga menyatakan keberatan terhadap dakwaan jaksa yang menggunakan Pasal 114 ayat 1subsider Pasal 112 ayat 1 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009

Terjerat Kasus Narkoba Putri Ratu Dangdut Elvy Sukaesih, Dhawiya Zaida Dituntut 2 Tahun Rehabilitasi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Putri pedangdut Elvy Sukaesih, Dhawiya Zaida, tiba di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur dengan menutup muka dan menunduk untuk menjalani persidangan lanjutan, Selasa (26/6/2018). Dhawiya Zaida bersama kekasihnya, Muhammad batal mengajukan eksepsi atau keberatan terhadap dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) dan melanjutkan persidangan berikutnya dengan mendengarkan keterangan saksi terkait kasus narkotika. Sebelumnya, Dhawiya didakwa dengan tiga pasal. Tiga pasal itu yakni, Pasal 114 KUHP (menjual, membeli, menawarkan), Pasal 112 (menyimpan, menguasai, memiliki), dan Pasal 127 (penyalahgunaan). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Putri Ratu Dangdut Elvy Sukaesih, Dhawiya Zaida, tak terima dengan dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntutnya dua tahun rehabilitasi.

Keberatan tersebut tercantum dalam nota pembelaannya yang dibacakan kuasa hukumnya, Idham Indraputra, di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (28/8/2018).

"Tuntutan itu tidak sesuai dengan fakta-fakta persidangan. Pendapat ahli, dokter, menyatakan seharusnya Dhawiya direhabilitasi selama tiga sampai enam bulan. Tuntutan jaksa rehabilitasi selama dua tahun itu terlalu berat untuk Dhawiya," kata Idham.

Jika dihitung berdasarkan rekomendasi ahli, mereka menyimpulkan idealnya Dhawiya direhabilitasi selama sembilan atau 12 bulan, bukan dua tahun.

"Kan sembilan itu dipotong masa tahanan. Kan Dhawiya sudah menjalani tahanan selama enam bulan. Seharusnya yang dilakukan adalah rehabilitasi sosial untuk mengembalikan Dhawiya secara mental untuk ke masyarakat," ujar Idham.

Pihaknya mengacu pada Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2010 yang menyatakan bahwa majelis hakim untuk menentukan seorang penyalahguna, harus berdasarkan keterangan ahli.

Mereka juga menyatakan keberatan terhadap dakwaan jaksa yang menggunakan Pasal 114 ayat 1subsider Pasal 112 ayat 1 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menurut mereka, seharusnya Dhawiya hanya dikenakan satu pasal saja, yakni Pasal 127 ayat 1. "Kami menanggapi dakwaan jaksa yang subsider, kami anggap itu tidak tepat. Seharusnya itu dakwaan biasa. Jadi itu yang kami mohonkan kepada majelis hakim untuk dipertimbangkan.

Selanjutnya, mereka berharap nota pembelaan tersebut dapat diterima majelis hakim. "Apa pun nanti hasilnya kami lihat. Dhawiya juga punya hak hukum lain jika putusannya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tapi kami harap, apa yang menjadi nota pembelaan hari ini dapat dikabulkan oleh majelis hakim," kata Idham.

Penulis : Andi Muttya Keteng Pangerang

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Keberatan Dituntut 2 Tahun Rehabilitasi, Dhawiya Zaida Membela Diri",

Editor: Damanhuri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved