Kekeringan Air Bersih Di Kampung Sangkali Bogor Berdampak Pada Penghasilan Warga

Jumlah tersebut terbilang cukup jauh dibanding hari biasanya yang bisa mencapai delapan sampai 10 motor.

TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Kekeringan di Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar SSarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CITEUREUP - Kekeringan di Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor rupanya bukan hanya berdampak pada minimnya air bersih.

Menurut pengakuan warga, kekeringan yang sudah terjadi selama kurang lebih dua bulan ke belakang ini juga berpengaruh pada penghasilan.

Seorang warga setempat, Nasrullah (33) yang bekerja di tempat cuci steam mengatakan, penghasilan dari hasil mencuci motor kian menurun.

Dalam sehari, hanya satu atau dua motor saja yang datang ke tempat cuci steamnya.

Jumlah tersebut terbilang cukup jauh dibanding hari biasanya yang bisa mencapai delapan sampai 10 motor.

"Ya lumayan kalau di kampung kan sekarang kerasa ke penghasilan menurun, yang cuci motor juga jadi sedikit kalau lagi kemarau," ungkapnya kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (29/8/2018).

Namun demikian, lanjutnya, kebutuhan air untuk usahanya itu terbilang cukup aman meski kini sedang kekeringan.

"Di sini ada sumber mata air, jadi terbilang cukup, paling sedikit harus ngeluarin tenaga aja buat ambil airnya," tuturnya.

Dalam sehari, Nasrullah bisa bolak-balik sampai sepuluh kali ke sumber mata air di Kampung Sangkali untuk mengambil air untuk kebutuhannya.

"Ya ada kali sepuluh kali mah ambil air paka dirigen, bukan buat steam aja, tapi buat kehidupam sehari-hari juga," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved